Ribuan Warga Demo Hentikan Aktivitas Pertambangan PT BUMA

Demo 1Tanah Bumbu, (MR)
Diperkirakan ribuan massa demonstran dari warga tiga desa, yakni Desa Makmur, Bayansari dan Sebamban Baru, di lapangan Sepak Bola Desa Makmur dan bergerak menuju lokasi tambang PT. Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) ) yang merupakan kontraktor  PT. SDJ dan aksi massa protes terhadap pihak Perusahaan dengan memblokade segala aktifitas PT BUMA hingga tuntutan warga dipenuhi dan menghentikan aktivitas pertambangan sebelum menyelesaikan kompensasi yang sudah disepakati bersama. Senin (25/1)

Salah satu Koordinator demonstran, Hairul Umam, menyesalkan sikap PT. BUMA yang mengabaikan kepentingan masyarakat 3 desa yang berada di sekitar tambang. Sejak pertemuan tanggal 5 januari 2016 yang difasilitasi oleh Camat Angsana, kemudian molornya pengambilan keputusan sampai tanggal 18 hingga tanggal 25 sekarang, belum ada titik terang. Ujarnya

Ditambahkan Hairul Aktivitas tambang diberhentikan dulu, negosiasi tidak masalah berjalan antara kami dan perusahaan, seperti itu saja. Kalau untuk mediasi dan klarifikasi dilapangan sudah pernah dilakukan bersama sejak tanggl 28 Desember 2015, kemudian dijanjikan oleh pihak perusahaan tanggal 5 januari 2016 lagi mediasi di Kecamatan, setelah itu, kemudian digelar lagi mediasi tanggal 18 untuk finalnya,

Aksi yang dilakukan warga tersebut, didasari lantaran rasa kecewa warga terhadap PT SDJ selaku pemegang Izin Usaha Pertambangan yang dinilai telah ingkar terhadap kesepakatan dengan warga dan hanya memberikan janji manis tanpa ditepati.

Pihak PT BUMA yang melakukan aktifitas Pertambangan sebagai Kontraktor dari PT SDJ tidak dapat berbuat banyak terhadap tuntutan warga. Sedangkan Pihak PT SDJ sendiri tidak ada satu orang pun yang nampak dan menemui warga pada aksi unjuk rasa tersebut.

Salah seorang Petinggi PT BUMA yang hadir dan menemui warga pengunjuk rasa menolak dikonfirmasi oleh media terkait perkara tersebut dengan dalih tidak mendapat izin dari management Perusahaan untuk menyampaikan klarifikasi.

Sementara itu, untuk mengamankan jalannya aksi warga, Kepolisian Sektor Angsana bersama dengan Satuan Sabhara Polres Tanah Bumbu dan dibantu oleh Satuan Brimob Polda Kalsel menurunkan 300 personil kepolisian di lokasi guna mengamankan aksi unjuk rasa. >>Alam

Related posts