Pian Padang Lampa Kecipratan Listrik 5 Mega?

Natuna, (MR) – Program Jokowi membangunan dimulai dari Desa, semakin dirasakan oleh masyarakat, salah satunya listrik masuk Desa. Selama 72 tahun indonesia merdeka, masih banyak daerah pelosok yang belum menikmati aliran listrik, terutama dari  PLN. Pemerintah Daerah pun bersibaku membantu pihak PLN dengan cara memberikan subsidi. Meski demikian masih belum semuanya dapat tercover.

Natuna merupakan salah satu daerah terdepan yang jadi  prioritas oleh Pemerintah Pusat. Berbagai pembangunan pun di gesa untuk capaian itu. Belakangan ini, Perusahaan Listrik PLN Cabang Ranai, telah membangun PLTD di daerah  Pian tengah. Mengingat besarnya, pertumbuhan ekonomi di daerah itu. Maka PT PLN menyiapkan listrik 5 Mega. Ini hanya tahap awal, selanjutnya akan kita tambah, hingga 2020 nanti, ucapa manajer PLN area Tanjung Pinang wilayah Kepri. Kita ketahui, ada beberapa pembangunan sedang digesa di daerah itu.

Seperti  pembangunan pelabuhan perikanan oleh, KKP, pembangunan Kostorik, Pelabuhan AL, Pangkalan Militer AD.Pelindo, Perindo, yang membutuhkan listrik puluhan Mega Watt, papar Hasdedy. Untuk memaksimalkan hasil kerja, maka pihakya membangun stasiun dan kantor lagi di daerah Pian Padang. Gunanya agar mempermudah dan memperpendek rentan kendali pemeriksaan jika sewaktu-waktu ada trouble.

Karena jarak antara Ranai kota dengan Pian Padang-Selat Lampa lumayan jauh, butuh waktu untuk melakukan pemeriksaan. Selanjutnya, alasan kita bangun tidak mungkin di suply arus listrik dari Ranai sampai kesana, karena arus banyak habis ditengah jalan. Intinya minta masyarakat mendukung kegiatan ini agar semua berjalan lancar. Ya, kalau ada jaringan kena sama tanaman.

Tolong di beri untuk di tebang, biar semua lancar .Saya berharap, selama jadi manajer PLN Ranai. Investor yang masuk tidak kekurangan listrik. Ada  5 unit mesin kapasitas lima mega, saat ini sudah standby di sana. Ini tahap awal, kedepan akan ditambah lagi. Soal jaringan akan kita putus, yang dari Ranai ke Selat Lampa. Sebelum Kita membangun  GH (gardu hubung), untuk Interkoneksi lah.Tapi ini baru wacana, kalau dah terpenuhi semuanya, baru dilakukan.

Permintaan daya listrik hingga rahun 2020 sangat besar. KKP minta 6 Mega, Al 2,6 Mega, Pertamina 1/2 Mega, Perindo. Kostorik 1 Mega. Ini harus Kita persiapkan secara bertahap. Terkait pembangunan sarananya, sudah selesai dibangun, tinggal  tahap penyambungan kabel, artinya belum terkoneksi. Mudah-mudahan bulan Oktober sudah terlaksana, ucap Hasdedy. >>Roy

Related posts