Jombang, (MR)
Warga masyarakat Kecamatan Megaluh ,khususnya Warga Desa Balonggemek Panen Raya Semangka bersama Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko (Selasa/13/10/15). Acara yang dipusatkan di Balai Desa Balonggemek tersebut di selenggarakan bersamaan dengan kegiatan sedekah Desa Warga setempat sekaligus menyambut Tahun Baru Islam/Hijriyah 1437 H.
Begitu tiba di lokasi Bupati Nyono Suharli bersama Jajaran Forkopimda Kabupaten Jombang langsung menuju sepetak lahan yang sudah disiapkan panitia untuk melakukan panen semangka secara simbolis. “Semoga para petani disini diberi sehat semua,rejekinya lancar, dijauhkan dari balak dan musibah,hasil pertaniannya selalu sukses,”kata Bupati sebelum memetik semangka yang sudah siap dipanen tersebut.
Setelah Bupati Nyono Suharli dan jajaran Forkopimda melakukan pemetikan semangka secara simbolis ,tanpa dikomando masyarakat setempat langsung menyusul turun ke lahan tersebut untuk mengambil semangka, karena sepetak lahan semangka siap panen tersebut disiapkan untuk dibagikan secara gratis.
Bupati Nyono Suharli mengaku gembira atas kegiatan tersebut, karena kegiatan tersebut ungkapan rasa syukur kita atas limpahan rejeki dari Allah SWT. “Oleh karena itu dengan sedekah desa ini semoga kita dijauhkan dari balak dan musibah, kita diberi klancaran dalam mencari rejeki,”tuturnya.
Hadi Purwantoro Kepala Dinas Pertanian kabupaten Jombang mengatakan bahwa musim kemarau di Kabupaten Jombang tidak semua membawa kesengsaraan. Contohkannya di Kecamatan Megaluh pada musim kemarau kali ini malah mendapatkan berkah ,karena keberhasilan para petani setempat dalam menanam semangka. Sedangkan harga jual semangka pun terbilang bagus.
Hadi Purwantoro merinci Luas lahan pertanian di Kecamatan Megaluh adalah 1400 Ha. Pada musim panen ini perhektar para petani dapat meraup untuk jutaan rupiah. Apabila dihitung perhektar mampu menghasilkan 28 Ton, harga jual perkilo nya Rp.1700,-. Sehingga apabila dikalkulasi perhektar para petani mampu mendapatkan 47 Juta rupiah.
“Jadi kalau misalkan dipotong biaya produksi 20 juta perhektare maka perhektare nya para petani masih mendapatkan sisa 27 Juta Rupiah,”katanya yang disambut tepuk tangan para petani. >>Sabit/Hms
