mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Perkembangan Wisata Natuna Terganjal Pembebasan Lahan

Published on Apr 30 2012 // Nusantara

Natuna,(MR)

      SUARA pompong milik masyarakat sangat memecahkan telinga, sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Familiriazion trip on Natuna, berencana mengelilingi Pulau terluar yakni Pulau Senoa, Karang Teritis, Senubing dan Pantai Tanjung. Tujuannya adalah ingin memperkenalkan keindahan alam pesona wisata kabupaten Natuna ke Dunia luar.

Menurut Kadis Parawisata kabupaten Natuna Samsul Hilal, Wisata Natuna patut diperhitungkan, selain keragaman budaya, pesona wisata, dan adanya hewan langka, merupakan nilai jual tinggi, bagi wisata andalan. Ia berharap melalui kegiatan familiriazan, kali ini, nama Natuna bisa terangkat, di daerah lain, sehingga membawa minat  wisatawan untuk berkunjung ke daerah ini. Kita harap wartawan yang ikut dalam kegiatan ini, dapat mengekpos keindahan wisata Natuna.

Pulau Senoa, merupakan Pulau terluar, selain lokasinya indah, Pulau ini tidak berpenduduk, namun sudah banyak kebun masyarakat. Kendala inilah yang membuat Dinas Pariwisata kesulitan untuk melakukan penataan dan pengembangan. Jika harus diambil Pemerintah, berapa kors ganti rugi yang harus dibayar. Paktor utama inilah, jadi penghambat pengembangan wisata di Natuna. Contohnya, pantai Tanjung, dari tahun 2009, kita sudah berencana melakukan pembebasan dipesisir pantai, namun karena harga tanah melebihi dari NJOP, Pemerintah daerah tidak mau ambil resiko, karena melanggar peraturan.

Pulau Senoa merupakan, hanya segelintir tempat wisata andalan di Natuna, masih banyak Wisata andalan di Natuna, yang masih asri dan layak dijual keindahannya ke manca Negara. Namun perlu campur tangan dari Investor dalam pengembangannya. Jika mengharapkan dana APBD, sangat sulit. Pemerintah daerah sendiri, dengan tangan terbuka kepada Investor, yang mau menanamkan modal di Natuna dan akan melakukan kemudahan dalam soal kepengurusan administrasi.

Sementara itu Bupati Natuna, Ilyas Sabli mengatakan, agar melakukan kegiatan ini dengan baik, supaya hasilnya baik. Seperti dikatakan Kadis Parawisata, Natuna sa-ngat menjanjikan dalam sector wisata. Tidak bisa dipungkiri lagi, soal keindahan alamnya. Namun ekspos pariwisata Natuna, masih minim, sehingga Wisatawan luar belum mengenal Kabupaten Natuna dengan baik melalui Parawisatanya.

Satwa langka dan situs alam, serta keindahan, merupakan modal utama bagi Natuna untuk mempromosikan daerah ini hingga kemanca Negara. Kita berharap, Natuna yang berdekatan dengan daerah te-tangga, dapat menjadi persinggahan turis manca negara.

Ilyas mengatakan, Natuna tidak kalah dengan wisata lain, Cuma cara pemasarannya masih minim. Untuk itu melalui kegiatan ini, media, dapat mengekpos nilai positif dari kegiatan ini, agar apa yang kita harapkan,  menjadi hasil memuaskan dihari depan. Mari kita sama-sama bekerja keras, agar Natuna dapat dikenal bukan karena Migas saja, tetapi melalui Wisata dan kekayaan lautnya juga.

Acara  yang berlangsung sehari penuhi, ditutup di pantai tanjung, di hadiri ribuan wisata local. Acara di tutup dengan acara hiburan rakyat, mulai dari tari-tarian, permainan lesung, dan silat tradisional. Tak lupa Bupati Natuna dan Sekda, hadir dalam acara penutupan itu. >>Roy

Leave a comment