Natuna Patut Bangga, Putra Bunguran Juarai Olimpiade Karya Ilmiah Tingkat Internasional

 

Natuna(MR)- Wan Rivaldo terseyum bahagia, kala berada dipanggung kebesaran, ketika dipanggil menjadi peserta terbaik dalam ajang karya ilmiah tingkat Internasional , tgl 2-4 Agustus 2018.

Lelaki berkacamata minus itu, tidak menyangka karya ilmiah batik Natuna, akan mengantarnya menjuarai ajang kompetisi Internasional di Korea Selatan.

Murid SMA Negeri 2 Bunguran timur itu, telah mengharumkan nama Indonesia, khususnya Kabupaten Natuna, yang terletak di ujung paling Utara Indonesia itu.

Kabupaten berada ditengah Negara Asean itu, ternyata mempunyai anak berprestasi di bidang karya ilmiah. Meski Natuna merupakan kota kecil, dan serba keterbatasan, Namun sosok Rivaldo mampu mengharumkan Indonesia dimanca  Negara.

Memakai baju batik kas Corak Natuna, Wan Rivaldo mengangkat sebuah piala, dan tiga buah piagam penghargaan.Sementara di dadanya terlihat jelas dua medali emas dan perak melingkar di dadanya.

Ia berhasil membawa harum nama bangsa Indonesia pada kompetisi World Invention Creativity Olimpic {WICO}dilaksanakan di Seoul Trade Exhibition & Convention (SETEC) Korea Selatan.

Di dampingi 8 mahasiswa dari UGM , sebagai penerjemah dan membantu terlaksananya lomba, Wan Rivaldo, menjadi orang terbaik dari, 25 tim Yang diturunkan Indonesia untuk berlaga di ajang itu. Ia mengalahkan 25 Negara, pada kategori inovasi terbaik.

“Indonesia menurunkan 25 tim, dan tim kami juara satu pada kategori inovasi terbaik, dan dari seluruh tim Indonesia juara dua pada kategori umum atau lomba secara keseluruhan” jelas Wan Rivaldo via WhatsApp pribadinya (5/8).lansir dari medako.

Setiap negara berhak menurunkan beberapa tim untuk berlaga dalam kompetisi WICO. Sementara untuk juara umum , di raih oleh Thailand.

Menurut Rivaldo, timnya menjuarai juara I pada kategori Inovasi Terbaik dengan mengangkat tema Batik Indonesia. Dalam tema tersebut, dirinya memberi pemaparan tentang bahan dasar batik, corak, serta cara pemasaran dengan manfaatkan informasi teknologi.

“Memang sekarang jamannya tehnologi, tapi kita harus bisa ciptakan cara jitu. Seperti apa pemasaran paling efektif, agar mudah di akses dan dipahami oleh masyarakat.

Kita juga mengenalkan serta menonjolkan Batik Natuna dalam iven tersebut” jelasnya.
Hingga berita ini terbut, Wan Rifaldo masih di Seoul Korea Selatan dan belum bertolak ke Indonesia. Semoga makin banyak anak Natuna ,yang dapat memperkenalkan Natuna lewat prestasinya/Roy.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.