mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Kuwu Diroh Adakan Ngarot Agenda Rutin Tahunan

Published on Jan 21 2018 // Berita Utama
Indramayu, (MR)
Kuwu Diroh  Kepala desa Jatisura adakan ngarot agenda rutin tahunan, di acara  adat istiadat ngarot yang di gelar di desa Jatisura Kecamatan Cikedung Kabupaten Indramayu berlangsung meriah, pada hari Rabu (10/01/18). Acara ini di awali dengan pawai gadis  ngarot tersebut di hadiri oleh ribuan warga  setempat. Mereka ramai-ramai ikut mengiringi karnaval gadis  ngarot dengan berkeliling desa, sebelum ahirnya sampai di panggung acara.
Kuwu Jatisura Diroh menjelaskan, “Ngarot di Desanya biasa dilaksanakan setiap tahun pada Desember, tujuannya tidak lain untuk melastarikan budaya sebagai ungkapan syukur menghadapi musim tanah padi. Selain itu juga ajang persatuan bagi generasi muda,” terang Diroh.
Diroh juga menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan semua pihak, sehingga acara ini berlangsung dengan aman  tentram dan kondusif. Menurutnya, acara seperti ini rencananya akan digelar setiap tahun. Sementara camat cikedung, Drs H Ahmad Adung MSi, mendukung penuh kegiatan ngarot didesa jatisura.
Menurutnya, ngarot merupakan adat budaya yang sudah turun temurun dan harus dilestarikan. Dikatakan, salain untuk melestarikan budaya, melalui ngarot juga akan terjalin shilaturahmi di antara warga desa. Dengan demikian sangat baik dalam rangka menjaga kondusivitas daerah.
“Saya mendukung penuh adat  ngarot untuk terus dilaksanakan setiap tahun. Ngarot ini merupakan pesta rakyat menyambut musim tanam padi, dan harus dilestarikan,” kata Adung, Rabu (10/01/18).
Tambahnya pidato kuwu Diroh, bawasannya hari ini kita melaksanakan suatu adat yang untuk meminta rizki kepada leluhur kita yaitu ngarot, mudah-mudahan semoga harapan petani subur makmur loh jenawi  dalam pelaksanaannya kita diberikan hidaya kepada Allah SWT, Amin.
“Bapak dan ibu saya hormati bahwa nenek moyang ngarot melaksanakan tiap tahun dan alhamdulilah atas nama pribadi dan pemerintah desa kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, terutama kepada panitia bapak RT yang sekiranya tidak menolak untuk mengsukseskan adat ngarot ini dan kami atas kepempinan kepala desa Jatisura  beribu-ribu maaf, barang kali dalam melaksanakan adat ngarot ini yang kurang berkenang bapak-bapak dan ibu yang saya hormati terutama anak-anak saya, kami pemerintah desa ataupun kuwu meminta kepada ade-ade bawasannya kita jangan mengimbau  seluruh masyarakat ya kita sudah aman tentram kondusif bersama-sama, sekali lagi kami titip warga agar bisa menjaga lebih baik dalam melaksanakannya mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan kurang lebih mohon maaf  lahir dan bahtin, religius maju mandiri dan sejahtera,’’ tuturnya. >>A.Tarudi‘S

Leave a comment