Komisi Tiga Siap Kawal Program Peningkatan Mutu Pendidikan Kota Ternate

Kepala Sekolah SMU Negeri 8 Kota TernateTernate, (MR)
Peningkatan mutu pendidikan melalui upaya pembenahan berbagai variabel pendukung seperti mutu guru, infrastruktur pendidikan dan tingkat partisipasi masyarakat mendapat perhatian khusus komisi tiga DPRD Kota Ternate. Saat diwawancarai MR Perwakilan Maluu Utara, anggota Komisi Tiga, Inat Assagaf mengatakan ketiga aspek ini perlu mendapat perhatian khsusu. “Kita akan tetap mengawal dan mengevaluasi program-program pemerintah kota khususnya Dinas Pendidikan yang terkait dengan peningkatan mutu guru, peningkatan kesejahteraan guru. Kita berharap Dinas Pendidikan juga tetap meningkatkan program semisal kegiatan pelatihan sebagai upaya peningkatan mutu guru.” Papar Politisi Gerindra ini.

Ia juga menambahkan jika kualitas guru sudah memadai, maka optimisme mutu pendidikan terutama mutu kualitas anak didik juga akan semakin baik. Namun tidak semata aspek guru saja yang perlu mendapat perhatian.

Infrastruktur misalnya harus juga ditingkatkan. Tidak semata fasilitas gedungnya tetapi juga media pembelajaran atau perangkat pembelajaran seperti buku, perpustakaan, komputer, sarana olahraga dan lainnya. Faktor-faktor eksternal menurut Inat, perlu juga diperhatikan seperti kebutuhan infrastruktur jalan dan jembatan dan ketersediaan moda trasnportasi, listrik, PDAM. Ada hubungan timbal balik antara sektor-sektor tersebut dengan sektor pendidikan.

Secara terpisah ketika ditemui Kepala SMU Negeri 8 Kota Ternate, Mustamin Lila, S.Pd, M.Pd, menuturkan sejak diberlakukannya otonomisasi daerah program pelatihan untuk guru-guru, sangatlah kurang. Hal ini berimbas pada merosotnya mutu atau kualitas guru itu sendiri padahal sesungguhnya nilai UKG sangatlah menentukan dan menjadi indikator untuk mengukur kemampuan seorang guru. Ia juga merinci bahwa kompetensi guru itu dapat dilihat dalam beberapa aspek seperti profesionalisme, kompetensi pedagogik serta kemampuan atau kelulusan siswa. Kompetensi pedagogik akan bersentuhan dengan kreativitas dan inovasi guru di dalam pendidikan. Sementera persentase kelulusan siswa di suatu lembaga pendidikan juga menjadi indikator keberhasilan guru dalam proses pembelajaran. “Jika persentase ketidaklulusan siswa menempati angka tertinggi, dengan demikian dapat dipastikan mutu atau kualitas guru dan juga kualitas kelembagaan atau sekolah itu masih rendah.” Papar Kepala Sekolah SMU Negeri 8 Kota Ternate.

Untuk kegiatan pembelajaran, SMU Negeri 8 saat ini didukung oleh infrastruktur dan sarana penunjang yang dianggap sudah representatif. Prestasi akademik dan nonakademik juga tetap kompetitif semisal SMU Negeri 8 sempat menjuarai OSN Tingkat Kota Ternate yang mampu bersaing dengan SMU-SMU lain di Kota Ternate. Untuk saat ini SMU Negeri 8 tengah mewakili Kota Ternate untuk ajang OSN Tingkat Provinsi, jika berhasil maka selanjutnya bisa mewakili Provinsi Maluku Utara ke tingkat Nasional.

“Hal lain yang juga dituturkan adalah pelaksanaan Ujian Nasional berbasis Komputer. Saat ini menurutnya tidak ada permasalahan semua siswa dianggap telah siap, sementara hal tehnis berupa kondisi server dari pusat ke lembaga pendidikan penyelenggara UNBK dan masalah PLN juga sejauh ini tidak mengalami hambatan.”  Pungkasnya. >>Ateng-Saleh

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.