Khawatir Membahayakan, Dishub Cabut Lampu Lalu Lintas

Anambas,(MR)

Pemasangan lampu lalu lintas di Tarempa mengalami kendala. Lampu yang sudah terpasang tersebut diturunkan kembali oleh dinas perhubu-ngan. halnya, lampu lalu lintas tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam dokumen penawaran yang diajukan kontraktor kepa-da Dishub. “Tiang nya itu 6 inchi, 4 inchi 3 inchi besaran tiangnya. Nah yang ini lebih kecil dari yang diajukan. Oleh karena itu dari pada membaha-yakan pengguna jalan nantinya, lebih baik kita turunkan saja.” Kata Linggis saat ditemui di kantor Dinas Perhubungan KKA.

Menurutnya, pemasangan tidak sesuai spesifikasi itu bisa terjadi bukan karena tidak ada pengawasan dari pihak Dishub, akan tetapi pihak kontraktor mengejar target kerja mereka, sebelum ada pemeriksaan mere-ka langsung memasang. “Kare-na mengejar target, mereka main pasang saja. Nah sekarang karena dimensinya terlalu kecil, kita kawatir patah dan memba-hayakan pengguna jalan. Jadi kita turunkan. Tapi kita akan segera memasang kembali lampu lalu lintas tersebut pada program tahun depan, sekitar pertengahan tahun.” papar Linggis.

Untuk proyek tersebut tidak ada kerugian dari Rp 3,26 Milyar yang dianggarkan. Halnya pembayaran proyek tersebut akan dilakukan setelah pemasa-ngan selesai. Akan tetapi  sete-lah diperiksa barang yang dipa-sang tidak sesuai dengan kon-trak kerja maka pembayaran tidak dilakukan. “ Karena tidak sesuai apa yang mau kita bayar-kan?” demikian papar Linggis.

Pemasangan lampu lalu lintas ini awalnya diletakkan di 3 titik. Pertama di simpang kantor Bupati, kedua dekat masjid, ketiga simpang pelabu-han Pemda dan kesemuanya tidak memenuhi specifikasi sesuai dengan kontrak kerja awal. Yang tampak sudah dicabut adalah yang berada di simpang pelabuhan Pemda dan yang berada di dekat masjid.

Pemilihan ketiga simpang tersebut untuk titik pemasa-ngan lampu lalu lintas adalah berdasarkan intensitas kendara-an yang lewat. “Dari semua simpang, memang di ketiga titik itulah intensitas kendaraan paling tinggi berlalu lalang. Nantinya juga akan ada pema-sangan lampu lalu lintas di titik lain nya kalau memang dirasa perlu, untuk mengurangi resiko kecelakaan,” kata Linggis.

Linggis mengatakan tidak bisa dikatakan gagal. “Ada kalimat yang lebih enak mung-kin dari pada gagal. Proyek ini terlaksana, hanya setelah peme-riksaan tidak sesuai dengan specifikasi, sehingga tidak bisa dimanfaatkan,” kata Linggis. Selain lampu lalu lintas, masalah jalan sempit yang terdapat di Tarempa juga menjadi perhatian khusus Dinas Perhubungan KKA. Untuk mengatasi hal tersebut, Linggis mengatakan Dishub telah membuat program untuk membuat jalan 1 arah di jalan yang sempit tersebut. Sampai sekarang realisasi nya sudah hampir selesai, tinggal menunggu datang nya rambu-rambu lalu lintas guna mendu-kung terlaksana nya program terebut.

Untuk sosialisasi kepada masyarakat mengenai jalan 1 arah tersebut, Linggis menga-takan sudah diadakan sekitar Juli kemarin. Setelah pemasa-ngan rambu-rambu untuk jalan satu arah tersebut, akan ada petugas khusus untuk menga-rahkan pengguna jalan di lapangan, dan sosialisasi terakhir akan diadakan sekitar tahun 2012. Hal ini diaktakan Linggis harus diadakan dengan terencana, karena Dishub ingin mendapatkan hasil yang maksi-mal dalam setiap pengerjaan yang dilakukan. “Biar lambat asalkan selamat” kata Linggis.

Masalah lainnya adalah masalah lahan parkir. Di Tarem-pa sendiri sering ditemui banyak kendaraan yang diparkir sembarangan dipinggir jalan tanpa ada nya pengaturan yang pasti. Dengan kondisi jalan yang sempit, keadaan tersebut sangat mengganggu pengguna jalan lain, karena cara parkir sekarang cukup memakan jalan. Untuk mengatasi masalah terse-but, Linggis berkata Dishub akan menganggarkan untuk membangun lahan parkir di dekat pasar-pasar. Untuk lahan-lahan dan area parkir sekarang sedang dalam proses penger-jaan. Tapi menurut Linggis, pengerjaan nya harus bertahap dan terperinci agar mendapat-kan hasil yang maksimal.

Untuk jalan Semen Panjang yang memiliki potensi kecela-kaan cukup tinggi, rencana nya akan dipasang juga marka kejut pada tahun 2012. Menurut Linggis, jalan Semen Panjang tersebut sering sekali diguna-kan untuk lebut-kebutan, sehingga memiliki potensi kecelakaan yang tinggi “cara ngakalin nya kita akan pasang marka kejut. Kalau sudah ada marka kejut, mau tidak mau pengguna jalan pun akan sulit untuk kebut-kebutan disana,” jelas Linggis.

Diakhir Linggis menghim-bau masyarakat untuk mentaati rambu-rambu yang sudah ada demi keselamatan mereka. Kalau tidak, maka potensi kecelakaan tetap aka ada walupun sudah dipasang rambu-rambu di tempat yang dibutuhkan. Selain itu Linggis juga mengharapkan media untuk ikut mengekspose program-program yang dilaksa-nakan pemerintah sehingga masyarakat bisa tahu kemajuan program pemerintah. “Saya berharap media mengekspose program-program pemerintah, sehigga masyarakat tahu, dan bisa mengawasi apakah prog-ram tersebut berjalan atau tidak. Bukan hanya yang bagus, tapi yang buruk juga diekspose sehingga ada perbaikan,” Pungkasnya . >> Sarma/Edo

Related posts