mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Ketua HMKN Tanjungpinang Asbun?

Published on Feb 10 2018 // Natuna Membangun

Wabub Suruh Minta Maaf.

Natuna,(MR)  – Nyanyian sumbang Ketua Himpunan Mahasiswa Kabupaten Natuna (HMKN) diTanjungpinang, membuat netizen berang.Tudingan salah alamat kepada  Pemkab Natuna, tidak peka terhadap  Neisya, dinilai tidak punya bukti kuat.Bahkan sejumlah netizen menilai kicauan di medsos, Berita Natuna, hanya sensasi belaka.

Peryataan mes Natuna dengan sebutan “kandang”, tidak mencerminkan  mahasiswa, terpelajar. ” Sebagai pelajar,seharusnya tidak berbicara seperti itu,apalagi untuk konsumsi publik.

Pernyataan kandang itu, dilontarkan anggota HMKN, di Media Sosial. Pada hal Robi tidak memiliki data yang akurat. Tapi dengan  lantang berbicara seperti itu,  membuat masyarakat dan Pemkab Natuna berang.Itu artinya,  anak Natuna yang tinggal di mess dianggap “binatang.” Karena kata kata kandang hanya untuk hewan ternak.Apakah ini bukan kata kata penghinaan?.lalu apa kata mahasiswa yang tinggal disana?.

Meski sudah ditegur ,  anggota HMKN Tanjungpinang itu, tidak mengubris.Padahal selaku mahasiswa, dirinya harusnya sadar akan bahaya UU IT, yang bisa terjerat hukum karena memposting peryataan tidak benar di medsos.

Bagai gayung bersambut.  kini giliran ketua HMKN,Darmawan,  menulis postingan di group face book  Berita Natuna, terkait ketidak perdulian Pemkab pada Daeng Neisya Novriliana (2), terkena penyakit hidrocefalus.

Ia juga menuding Pemkab Natuna egois, dan hanya menghabiskan anggaran untuk  kepentingan pribadi.

“Kemana Pemkab, apakah kalian tidak peduli dengan hal ini? Kalian  sangat egois , anggaran hanya dihabiskan untuk hal yang tidak jelas dan mementingkan keuntungan pribadi,” tulis Darmawan dalam group WhatsApp Berita Natuna,sembari memosting gambar Neisya. Jum’at (09/02/2018

“Berpuluh-puluh milyar kalian keluarkan anggaran untuk pengadaan Ferry Pemda, Rumah Dinas dan lain-lain. Untuk bantu natasya,sepeserpun kalian tidak ada berikan atau ukuran  tangan. Apakah begini kerja Pemerintah, hanya bisa menghabiskan uang rakyat untuk hal yang tidak penting bagi masyarakat, tapi menguntungkan Pemkab,” tulis Darmawan.

Bahkan Darmawan mengancam akan membuat sebuah gerakan besar, supaya Pemkab Natuna terbangun dari tidurnya. Mereka menuduh para Pimpinan dan Pejabat di lingkungan Pemkab Natuna, tidak bekerja,untuk kesejahteraan rakyat dan daerahnya.

“Teguran keras bagi Pemerintah Kabupaten Natuna dari kami HMKN Tanjungpinang. Pemkab teruslah seperti ini, karena kamipun akan ada agenda yang lebih besar dan membuat kalian bangun dari tempat tidur kalian,” tutup Darmawan dalam postingannya.

Tuduhan dialamatkan Darmawan kepada Pemkab Natuna dinilai salah alamat.Darmawan tidak membaca tahun 2017 Pemkab Natuna dan berbagai lms,telah menyalurkan bantuan kepada Neisya.

Hal inilah yang membuat Wakil Bupati Natuna Hj. Ngesti Yuni Suprapti, berang. Mewakili pemkab Natuna ngesti menyayangkan , peryataan Ketua HMKN, . Tanpa punya data akurat , dirinya berani “mengancam’ pemerintah Daerah, dengan kata kata penggerakan massa, agar pemerintah bangun dari tidurnya.

Pada hal kata ngesti,Pemkab Natuna melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) dan Dinas Kesehatan, sudah terlebih dulu membantu pengobatan Neisya.

“Sudah saya marahi dia (Darmawan, red). Saya juga suruh mereka (HMKN, red) untuk meminta maaf serta buka mata, telinga dan hati,” kata Ngesti , melalui pesan singkat.lansir dari salah satu media

Ngesti meminta HMKN Tanjungpinang, agar terlebih dahulu mengumpulkan data akurat  serta kroscek lapangan, sebelum membuat berkoar koar. Taunya menyudutkan Pemerintah Daerah saja.

“Taunya hanya  jelekkan Pemerintah, memang  kalian sudah berbuat apa untuk Naisya ?,” tanya Ngesti.

Perlu kamu tau, tgl 22 Desember 2017 lalu, Kepala Dinsos PPPA Kartina Riawita, bersama Ketua TP PKK dan beberapa organisasi kewanitaan lainnya, secara spontan memberikan bantuan kepada keluarga Neisya, berupa uang tunai. Bertepatan dengan peringatan hari ibu ke 89 tahun.

“Bantuan  di berikan jika masyarakat mengalami musibah dan menyerahkan proposal bantuan ke BPKPAD melalui Dinsos PPPA,” kata Kartina Riawita.

Dinas Kesehatan sendiri, telah memfasilitasi tenaga medis untuk mendampingi keluarga Neisya, selama proses operasi Neisya diluar daerah berlangsung.

Bahkan  beberapa organisasi kepemudaan dan LSM, seperti FKPS, Komuna, Pers Natuna Solidarity, PMI, FBN dan Pramuka, juga melakukan penggalangan dana, berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp 45.744.000.Jadi jangan asal bicara kalau tidak punya data.

Peryataan Ketua HMKN Tanjungpinang ini, meresahkan.karena merupakan berita bohong.Pemkab Natuna selaku yang dirugikan bisa melakukan pengaduan kepada pihak yangberwajib. Sebab, dalam UU IT, sudah jelas, postingan yang berbau ancaman atau hoax bisa di pidana.apalagi postingan itu di muat di face book.Bukan itu saja, Seharusnya keluarga Natasya bisa mengajukan nota keberatan ,atas hujatan kepada Pemkab Natuna. Sebab orang tua naisya menerima langsung bantuan itu. Bukan tinggal diam. Katena medsos bakal menilainya lain. Pemkab Natuna sudah melakukan tugasnya dengan baik.

Salah satu tokoh masyarakat Natuna Abib Juong Adi, juga menyayangkan pernyataan Ketua HMKN Tanjungpinang ini. Menurutnya Pemkab dan Masyarakat Natuna, sudah terlebih dahulu berbuat untuk Naisya, sebelum HMKN Tanjungpinang tahu masalahnya./Roy.

Leave a comment