mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Kalsel Moratorium Perkebunan Sawit di Lahan Rawa

Published on Feb 29 2012 // Nusantara

Banjarbaru,(MR)

Kalimantan Selatan mulai memberlakukan moratorium ekspansi perkebunan kelapa sawit di lahan rawa di wilayah tersebut. Moratorium dilakukan menyusul gencarnya protes lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan ancaman ketersediaan lahan pertanian tanman pangan.

Kepala Bidang Sumber Daya Alam, Dinas Perkebunan Kalimantan Selatan (Kalsel) Soeyono Arif Mukti mengatakan pihaknya bersama pemerintah pusat masih melakukan kajian terkait penerapan sistem perkebunan kelapa sawit di lahan rawa, sesuai Peraturan Menteri Pertanian 14/2009 tentang mekanisme perkebunan kelapa sawit di lahan rawa.

“Moratorium dilakukan, sampai ditemukan metode pengembangan perkebunan sawit di lahan rawa yang tepat,” katanya di Banjarbaru, Rabu.

Gencarnya protes dari LSM dalam dan luar negeri terhadap perkebunan sawit di lahan rawa, serta adanya kekhawatiran ancaman tergerusnya areal potensial pertanian tanaman pangan, menjadi penyebab keluarnya kebijakan moratorium. Menurut Soeyono, ada sejumlah calon investor yang terpaksa ditolak, menyusul diberlakukannya moratorium perkebunan sawit di lahan rawa.

Hingga kini sedikitnya ada 19 perusahaan perkebunan yang menguasai sekitar 201.000 hektare areal lahan rawa dan gambut di sejumlah daerah seperti Barito Kuala, Tapin, dan Hulu Sungai Selatan. Perkebunan kelapa sawit yang sudah eksis mencapai 357.724 hektare dengan 82,68% di antaranya adalah milik 64 perusahaan perkebunan besar swasta.

Dari luas areal perkebunan tersebut, produksi crude palm oil (CPO) Kalsel mencapai 516.266 ton per tahun yang didukung 20 pabrik pengelolaan kelapa sawit. >>Asrian Talatika

Leave a comment