Kalau Tak Ingin Terkena AIDS, Harus Tahu apa itu AIDS

Tanjungpinang, Dompak (MR)
HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sel darah putih di dalam tubuh (limfosit) yang mengakibatkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Orang yang dalam darahnya terdapat virus HIV dapat tampak sehat dan belum membutuhkan pengobatan. Namun orang tersebut dapat menularkan virusnya kepada orang lain bila melakukan hubungan seks berisiko dan berbagi alat suntik dengan orang lain

Kalau tidak ingin terkena AIDS, ya harus tahu apa itu arti AIDS. Baru kita bisa tahu bagaimana cara mencegahnya. oleh karena itu, yuk baca leaflet ini dari awal sampai akhir agar kita dapat mengerti bagaimana caranya terhindar dari penularan HIV-AIDS dan juga ikut membantu mencegah penyebarannya dikalangan anak muda lainnya.

Kita perlu tahu tentang HIV-AIDS? Sampai saat ini HIV masih belum bisa disembuhkan tetapi masih dapat dikendalikan. Sekali tertular HIV, selamanya virus itu akan ada dalam tubuh kita hingga akhirnya meninggal pada kondisi AIDS. Jumlah kasus AIDS sekarang sudah mulai melonjak dikalangan anak muda.

Lanjutnya, AIDS bukanlah penyakit keturunan seperti penyakit diabetes, thalassemia, dan beberapa penyakit ikutan yang sering ditemukan pada orang dengan HIV-AIDS (ODHA)yaitu Tuberculosis (TB), diare terusmenerus disertai dengan muntah-muntah, dan kanker,katanya.

Selain melakukan perilaku beresiko, namun selama kurun waktu tersebut ia sudah dapat menularkan HIV ke orang lain. Pemakaian narkoba tanpa jarum suntukpun dapat membuka pintu resiko terhadap penularan apabila mendorong pemakai melakukan seks beresiko.

Penularan HIV tidak semudah seperti penyakit yang lain. Cairan tubuh sebagai media penularan. HIV bisa ditularkan melalui: Darah, Cairan Sperma, Cairan Vagina dan Air Susu Ibu. Karenanya penularan virus terjadi melalui. Hubungan seksual beresiko pasangan yang terinfeksi HIV. Kontak Langsung dengan darah, baik melakukan suntikan jarum suntik tidak steril, kecelakaan dalam lingkungan medis yang berhubungan dengan prosedur terkait dengan darah, dan dari ibu yang terinfeksi HIV kepada bayinya (sebelum atau ketika melahirkan, atau melalui air susu ibu).  HIV tidak tidak dapat ditularkan melalui cairan ludah, air mata, keringat, kotoran maupun air seni. Seseorang tidak terinfeksi HIV karena berbagi makanan, berpelukan, atau berjabatan tangan dengan orang yang terinfeksi HIV. Di seluruh dunia termasuk di Indonesi, saat ini hubungan seksual pada pasangan heteroseksual adalah kegiatan tertinggi yang melakukan HIVdan penggunaan narkoba jarum suntik menjadi kegiatan tertinggi kedua. Orang yang tidak terinfeksi HIV lalu memakai jarum suntik bersama dengan ODHA akan langsung tertular. Tes HIV baru bisa mendeteksi HIV dalam tubuh setelah enam bulan.

Hal yang perlu diwaspadai selain dari pengguna jarum suntik yang tidak steril dan hubungan seks beresiko. Tranfusi darah yang tidak melalui proses filter HIV, maka pastikan bahwa saat mendonorkan darah ataupun berada dalam kondisi memerlukan tranfusi darah. Hal tersebut sudah dioastikan steril. Tato dan piercing/tindik juga bisa menjadi media penyebaran HIV. Pastikan setiap jarum suntik yang digunakan sudah steril atau baru.

Seperti kebanyakan virus, tidak ada obat yang benar – menghilangkan virus dalam tubuh, termasuk HIV. Antiretroviral (ARV) adalah obat digunakan dalam perawatan dan mengurangi resiko penularan HIV. Dengan meminum ARV secara rutin dapat mengendalikan dan memperlambat reproduksi virus dalam tubuh.  VCT adalah rangkaian proses Status HIV dapat diketahui melalui VCT(Voluntary conseling and Testing) VCT adalah serangkaian proses yang dilakukan untuk mengecek status HIV dalam tubuh, terdiri dari konseling sebelum tes, tes darah dan konseling sesudah tes.

HIV masuk ketubuh dan mencari sel-sel darah putih yang bertugas mengenali dan memberikan informasi apabila benda asing yang masuk kedalam tubuh kemudian virus ini masuk ke sel tersebut, melumpuhkan dan menguasainya dengan cara memperbanyak diri. Kemudian sel-sel HIV yang baru yabg telah menjadi banyak ini keluar dan mencari sel darah putih lainnya dan mengulangi proses yang sama.

Setelah melewati beberapa waktu semakin banyak tubuh kehilangan sel darah putih dan sisitem kekebalan tubuh menjadi lemah. Dalam keadaan seperti inilah berbagai jenis penyakitdapat masuk ketubuh tanpa dapat dikenali dan dilawan sehingga akhirnya membawa kematian.

Jika sudah terinfeksi HIV maka tenaga kesehatan akan meberikan terapi Antiretroviral (ARV). ARVadalah obat yang digunakan dalam perawatan dan pengendalian infeksi HIV. Cara kerjanya adalah dengan menghentikan atau memperlambat reproduksi virus dalam tubuh. ARV tidak dapat menghilangkan 100% virus dari dalam tubuh. Namun orang dengan HIV- AIDS (ODHA) bisa hidup sehat seperti orang yang tidak terinfeksi dengan meminum ARV seumur hidup.

Kini kita dapat berbesar hati karena kita sudah tahu persis bagaimana caranya agar diri kita tidak terkena HIV-AIDS. Tidak hubungan seks beresiko, tidak menggunakan narkoba, tidak menggunakan jarum sunyik secara bergantian termasuk tatoo dan tindik. Waspadalah kita semua beresiko terinfeksi HIV, mencegah adalah satu-satunya cara menghindar HIV. Jadi bukan kelompok tertentu saja lho yang beresiko terkena. Pesan ini disampaikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kepri. >>Doni

Related posts