Jalan Penghubung Ujunggebang-Trungtum Memprihatinkan

Jalan UjunggebangIndramayu,(MR)

MASYARAKAT Desa Ujunggebang Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat, yang letak Geograpisnya berada di Pesisir Pantau Laut Utara (Pantura), pada umum bermata pencaharian sebagai Nelayan Tradisional dan sebagian ada yang bekerja selaku kuli serabutan didesanya. Akses transportasi darat yang menghubungkan mereka dengan masyarakat desa lain disekitarnya adalah Jalan Raya Ujunggebang-Trungtum.

Tokoh masyarakat Ujunggebang mengatakan, untuk dapat menjual hasil para Nelayan berupa ikan, hasil produksi pertanian berupa padi ke daerah lain dalam beberapa bulan terakhir ini mengalami kesulitan, mengingat jalan raya tersebut kondisinya cukup memprihatinkan, disana-sini banyak lubang yang bila musim hujan bagaikan bak-bak penampungan air. Akibat ruas jalan yang rusak parah itu hasil produksi penduduk Ujunggebang mengalami jatuh harga, sedangkan harga kebutuhan alat-alat bangunan justru naik tajam, katanya.

Sebab itu, pelaku Usaha dibidang kelautan itu berharap pihak Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu, supaya mengalokasikan anggaran yang cukup dalam mempercepat perbaikan peningkatan sarana transportasi darat tersebut, yang keberadaannya setiap hari dilewati masyarakat dari Blok Janggar, Pegagan dan Tanjungpura Desa Ujunggebang, yang panjangnya berkisar 7 KM sebagai akses lalu lintas jalur ekonomi, paparnya.

Seorang pengusaha hasil produksi laut yang menggunakan kendaraan roda empat model terkini saat dijumpai MR pihaknya mengeluhkan, akibat ruas jalan rusak parah ini aktivitasnya untuk keluar masuk ke Ujunggebang, sangat sulit dan bisa mempercepat kerusakan kendaraannya. “ Kami mohon Dinas Bina Marga Indramayu, segera melaksanakan program rehabilitasi peningkatan ruas jalan raya tersebut diatas, soalnya akses jalan itu sangat penting bagi kegiatan ekonomi masyarakat Ujunggebang dan sekitaranya,” katanya. >> Abdullah

Related posts