Pagaralam, (MR)
Akibat hujan yang turun dengan intesitas tinggi beberapa pekan ini, mulai terasa dampak buruknya yakni bencana alam seperti banjir dan longsor bagi sejumlah masyarakat Kota Pagaralam.
Pantaun Media Rakyat, Kamis (12/11) Jalan negara yang terletak di Desa Mingkik Kelurahan Atung Bungsu Kecamatan Dempo Selatan ambruk hampir separuh badan jalan akibat tergerus air hujan. Informasi dari warga sekitar lokasi ambruknya jalan tersebut merupakan gorong-gorong yang dibangun pada tahun jamak atau pada zaman Belanda. Akibat dari ambruknya badan jalan tersebut membuat arus lalu lintas jadi terhambat dan mengancam keselamatan pengendara.
LEO (23) warga setempat Kepada Wartawan menuturkan, kejadian ambruknya jalan tersebut terjadi tadi malam sekitar pukul 22.00 WIB dan kondisi hujan sangat lebat.
“Sebelumya, diketahui kalau jalan tersebut baru retak-retak namun karena dibawahnya ada gorong-gorong yang tak mampu menadahi air hujan yang lebat sehingga terjadi penyempitan kemudian ambruk,” ungkapnya seraya mengatakan gorong-gorong tersebut memang merupakan bangunan lawas.
Dikatakannya, begitu mengetahui kejadian ini warga setempat langsung mengambil inisiatif untuk mengatur lalu lintas upaya menjaga keselamatan pengendara.
“Hari ini juga, pihak terkait yakni Dinas PU Kota Pagaralam langsung turun ke lokasi, dan kita berharap semoga lekas mengambil tindakan untuk melakukan perbaikan,” ucapnya. Sementara itu Kapolsek Dempo Selatan AKP Herry Widodo mengatakan, mengetahui kejadian ambruknya jalan negara yang terletak di Desa Mingkik, mereka langsung menuju lokasi.
“Kita berupaya memberikan bantuan dengan mengatur lalu lintas, mengingat tidak sedikit pengendara yang melewati jalur tersebut,” pungkasnya. >>Ek
