Hendri Saparaini : Reshuffle Tidak Akan Berguna

Jakarta (MR)

Ekonom Senior ECONIT Hendri Saparaini menilai reshuffle atau perombakan kabinet tak akan bermakna jika paradigma pemimpin negeri ini tak pernah berubah. “Mau reshuffle berkali-kali saya rasa tidak akan berguna. Karena yang harus direshuffle itu adalah paradigmanya pemimpin itu sendiri,” ujar Hendri dalam diskusi bertema “Reshuffle=Kabinet Neolib Babak Baru” di Rumah Perubahan 2.0 Kompleks Pertokoan Duta Merlin Blok C-17, Jakarta Pusat, Selasa (27/9).

Menurut Hendri, sebanyak apapun jumlah menteri yang diganti sepanjang paradigma pemimpin negara ini tak berubah, negara ini tak akan mengalami perubahan yang lebih baik. “Mau sampai batas apa sih reshuffle dilakukan? Mau sampai wakil presiden? orang wakil presidennya saja sudah jelas-jelas neolib. Jadi percuma saja reshuffle sepanjang paradigma presiden tidak berubah.”

Hal sependapat juga disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies Marwan Batubara. Sepanjang kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tak berpihak kepada rakyat, sebanyak apapun reshuffle dilakukan tak akan berguna. “Bicara soal reshuffle melihat pada pengalaman sebelumnya sejak periode pertama SBY sampai sekarang dari apa yang sudah diukir selama ini bicara reshuffle tidak ada relevansinya atau tidak ada artinya,” tutur Marwan.

Jadi intinya, menurut Marwan, kuncinya perubahan pada pemimpin. Selama paradigma pemimpin masih berpihak pada neoliberalisme, rencana reshuffle hanya isapan jempol.(Tedy S)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.