Harga BBM Subsidi Dipastikan Takkan Naik Tahun Ini

Jakarta,(MR)
KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  memastikan tidak akan terjadi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada tahun ini, karena rataan harga minyak mentah Indonesia (ICP) dalam enam bulan terakhir hanya mencapai 115,11 dolar AS per barel.
“Harga BBM bersubsidi boleh naik jika ICP mencapai 120,75 dolar AS per barel. Kalau saat ini rata-rata 115 dolar AS per barel rasa-rasanya tidak mungkin 120,75 dolar AS per barel akan tercapai,” kata Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini, saat ditemui di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis malam.
Menurut Rudi, ICP sebesar 120,75 dolar AS per barel bisa tercapai apabila dalam tiga atau empat bulan mendatang ICP mencapai kisaran 140 dolar AS per barel. “Harus mendorong kira-kira 140 dolar AS per barel, sepanjang tiga-empat bulan terakhir, baru bisa menyentuh,” jelas dia.
Terkait pasal kenaikan harga BBM bersubsidi dengan syarat tertentu seperti yang terjadi dalam APBN-Perubahan, Rudi memastikan pemerintah tidak akan menggunakan pasal seperti itu lagi. Dia juga memaparkan rataan per bulan ICP pada Juli 2012 mencapai 102,88 dolar AS per barel karena minyak WTI mencapai 88,06 dolar AS per barel dan minyak Brent 104,92 dolar AS per barel.
Rudi memprediksi, rataan harga minyak (ICP) bulanan hingga akhir tahun akan berada pada kisaran 90 dolar AS hingga 100 dolar AS per barel dan melebihi asumsi yang ditetapkan dalam APBN-Perubahan sebesar 105 dolar AS per barel. “Sekarang ICP 102 dolar AS per barel. Memang ada kenaikan sedikit (dibandingkan Juni), tapi sekarang tidak mungkin naik terus (mencapai 120,75 dolar AS per barel),” imbuh dia.
Namun, Rudi memastikan penggunaan volume BBM bersubsidi akan melebihi kuota yang ditetapkan 40 juta kiloliter karena hingga pertengahan tahun konsumsinya 21,6 juta kiloliter. “Kalau dikalikan dua berarti 43,2 juta kiloliter. Padahal ada penambahan motor dan mobil, berarti itu pasti di atas 40 juta kiloliter,” tutur dia.
Wamen ESDM juga menghitung kemungkinan terburuk kuota volume mencapai 45 juta kiloliter yang berarti pemerintah akan menanggung beban subsidi BBM sebesar lima juta kiloliter dari angka nominal dalam APBN-Perubahan Rp137,5 triliun. “Dari situ saja sudah bertambah (kuota) apalagi dari harga,” tandas dia. >>   Sahrial Nova

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.