Dishut Tebo dan PT.DAM Gelar Sosialisasi Tanaman Gaharu

Harga 1 Kg Bisa Mencapai Puluhan Juta

 

MUARA TEBO (MR)
Dinas Kehutanan Kabu-paten Tebo bekerjasama de-ngan PT. DAM (Dypa Aquilaria Mandiri) yang bergerak dibidang Industri dan Perke-bunan Gaharu (aquilaria malac-censis) menggelar sosialisasi dengan kelompok tani penanam Gaharu di Kabupaten Tebo.
Sosialisasi yang dilaksa-nakan di ruang aula kantor Dishut Tebo Rabu (26/7) itu dihadiri sekitar 50 orang ang-gota kelompok tani yang ber-asal dari beberapa desa di dalam wilayah Kabupaten Tebo.
Dedi Sulistiawan yang merupakan Direktur PT. Dypa Aquilaria Mandiri (DAM) Cabang Jambi Dalam kegiatan sosialisasi itu menyebutkan bahwa pihaknya bersama dinas kehutanan Kabupaten Tebo sengaja menggelar sosialisasi tentang tanaman gaharu ini adalah dalam upaya mengubah mindset (pola pikir) masyarakat petani yaitu dari petani tradisional menjadi petani modern.
“Kita berusaha untuk mengubah pola piker (mindset) para petani dari petani tradisio-nal menjadi petani modern, kita berharap para petani bisa lebih mengembangkan hasil produk-sinya dan mampu mening-katkan pendapatannya dengan menanam gaharu, selain itu kita harapkan para petani tidak hanya bergantung dari hasil karet atau sawit saja, sebab budidaya gaharu jika di kelola dan dirawat dengan baik maka hasilnya jauh lebih menjanjikan. Didalam satu batang gaharu itu banyak sekali manfaat yang bisa diambil seperti getahnya, gubal, abu dan kemedangan (kayu) nya, sehingga pantaslah harganya mahal” Ungkap Dedi.
Dilanjutkannya, “sejauh ini PT. Dypa Aquilaria Mandiri telah ada di beberapa provinsi dan bahkan di jawa barat sudah berkembang dengan baik, dan untuk di Sumatera, selain di jambi  kita sudah ada di Suma-tera Barat, Riau (Pekanbaru) dan khusus untuk jambi kita telah mengalokasikan bibit sebanyak 1,2 juta batang”. Jelasnya.
Dijelaskannya lagi, “Tana-man gaharu ini nilai jualnya sangat tinggi dan mudah dalam perawatannya, satu kilogram gaharu produksi jambi harga-nya berkisar 10-15 juta per kg, kalau yang kualitas super harganya bisa mencapai 20-30 jutaan/kg. hal ini karena manf-aatnya yang cukup banyak dan mampu menghasilkan produk-produk yang berkulaitas tinggi serta mewah. berupa parfum, aromateraphy, sabun, body lotion, the, minyak gaharu, kera-jinan gaharu dan obat-obatan, selain itu, secara tradisional gaharu dijadikan dupa, peng-harum tubuh dan ruangan dan bahan kosmetik”. Jelas Dedi.
Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Tebo Ir. Yolli Bungin melalui Ir. Hana Suhana selaku Kabid Reha-bilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial ketika dikonfirmasi disela-sela kegiatan itu menye-butkan bahwa khusus untuk kabupaten Tebo pihaknya telah mensosialisasikan tanaman gaharu kepada para petani sejak tahun 2005 yang lalu, bahkan sudah ditanam oleh petani dibeberapa tempat, dan untuk percontohan kita tanam di taman kota km. 12″. Ungkapnya.
Dilanjutkan Hana, “Pihak-nya bersama PT. Dypa mela-kukan sosialisasi kepada masya-rakat adalah untuk mening-katkan pemahaman masyarakat terutama mengenai teknis pemeliharaan pohon gaharu sehingga dapat menghasilkan gaharu yang berkualitas, pada prinsipnya pemeliharaan pohon gaharu sama saja dengan tana-man lainnya, namun, untuk agar menghasilkan gaharu yang berkualitas maka harus dilaku-kan penyuntikan obat ke dalam batang pohon gaharu, dan itu-lah yang menjadi topic pembi-caraan dalam sosialisasi ini”. Pungkas Hana Suhana.
Setelah dilakukan sosiali-sasi di aula kantor dinas kehuta-nan Tebo, selanjutnya diada-kan bimbingan teknis cara penyuntikan obat kedalam ba-tang pohon gaharu yang berada di dalam kawasan taman kota yang berada disamping kom-plek perkantoran pemkab Tebo km 12, para petani melihat dan mempraktekkan sendiri cara melakukan penyuntikan terse-but berdasarkan petunjuk dan arahan dari petugas dari PT. Dypa. (Her)

Related posts