mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Bombana Hadirkan Klinik Pengadaan Barang/Jasa Desa

Published on Jun 03 2018 // Berita Utama
Bombana, (MR)
Pemerintah Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, menghadirkan Klinik Layanan Konsultasi Pengadaan Bara ng/Jasa yang khusus akan menjadi wadah layanan konsultasi dan tempat memperoleh informasi mengenai pelaksanaan pengadaan barang/jasa di desa.
Klinik ini merupakan wadah untuk memperoleh informasi yang berfungsi sebagai media untuk melakukan konsultasi, pembimbingan dan pendampingan pelaksanaan pengadaan barang/jasa di desa yang terbentuk berdasarkan Keputusan Bupati Bombana Nomor 158 Tahun 2018.
Launching klinik telah digelar Bupati Bombana, H.Tafdil, SE., MM, Senin (28/5). Dalam sambutannya, Tafdil mengatakan, klinik layanan PBJ Desa ini merupakan wujud dari upaya Pemkab Bombana untuk menignkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan PBJ Desa yang merupakan hasil kajian project leader mengenai penguatan sistem inovasi daerah dengan mengelaborasikan potensi desa untuk meningkatkan pembangunan daerah.
Tafdil mengharapkan, klinik ini, dapat memberikan manfaat terhadap peningkatan kemampuan dan kompetensi TPK dan kader desa, memberikan kemudahan bagi kepala desa, TPK dan kader desa dalam melakukan konsultasi PBJ desa, serta meningkatnya pelayanan dan kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, dalam pembinaan PBJ desa di Kabupaten Bombana.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bombana, Drs.Hasdin Ratta, M.Si saat meresmikan penggunaan klinik, Kamis (25/5),  mengatakan, di era digital saat ini semua daerah dituntut melakukan inovasi untuk melayani masyarakat. Dan kehadiran klinik ini, kata dia, merupakan prestasi dan kebanggaan tersendiri karena klinik seperti ini merupakan proyek inovasi yang baru ada di Bombana, sehingga fakta ini menunjukkan kalau daerah ini memiliki kemampuan untuk berinovasi.
“Kita patut berbangga karena Bombana telah memiliki proyek inovasi berupa klinik Layanan Konsultasi Pengadaan Barang/Jasa Desa yang akan menjadi tempat para Kepala Desa untuk bertanya. Klinik ini merupakan unggulan Pemerintah Daerah Bombana dan bisa menjadi pilot project daerah lain,” ujar Hasdin yang didampingi Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Bombana, Husrifnah Rahim, SPT.,M.Si dan Tenaga Ahli P3MD Bidang Perencanaan Partisipatif, Sahrul, S.Pd.
Sementara Project Leader Klinik ini, Husrifnah Rahim, SPT.,M.Si mengatakan klinik ini bertujuan menyediakan layanan  konsultasi pengadaan barang/jasa desa yang dimulai dengan melayani 10 desa di tingkat Kabupaten, dan selanjutnya akan menyasar 30 desa yang tersebar di zona Rumbia, Poleang dan Kabaena dan selanjutnya melayani 121 desa di setiap kecamatan.
Sebagai langkah awal, kata Husrif, klinik akan menyasar 10 desa di 5 kecmatan sebagai pilot project,  yakni, Desa Lantawonua (Rumbia), Tapuahi (Rumbia Tengah), Lakomea, Pangkuri dan Watungkalangkari (Rarowatu), Hukaea, Watumentade dan Tunas Baru (Rarowatu Utara) dan Lombakasi dan Langkowala (Lantari Jaya).
Manfaat klinik ini, lanjut Husrif, akan memberikan kemudahan bagi kepala desa, Tim Pengelola Kegiatan (TPK) dan kader desa serta pihak terkait dalam melakukan konsultasi pengadaan barang/jasa desa, serta meningkatnya pelayanan dan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam hal pembinaan pengadaan barang/jasa di desa.
Usai peresmian, dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen kepada 10 Kepala  Desa sasaran awal pelaksanaan program selaku pilot project yang dilanjutkan dengan simulasi pelayanan konsultasi pengadaan barang/jasa desa.
Klinik akan melayani konsultasi setiap hari Senin-Jum’at dengan narasumber dari Tenaga Ahli P3MD, yang membidangi Infrastruktur Desa, Pemberdayaan Ekonomi Desa, Perencanaan Partisipatif, Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pelayanan Sosial Dasar, Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PDTI) Kecamatan Rumbia, Rumbia Tengah, Rarowatu dan Rarowatu Utara dan  ASN bersertifikat Pengadaan Barang/Jasa Dinas PMD Kabupaten Bombana.
“Meski kehadiran klinik ini diperuntukkan bagi peningkatan SDM di desa, namun fungsinya dapat dimanfaatkan oleh siapapun yang membutuhkan konsultasi dan pendampingan di bidang pengadaan barang dan jasa,” ujar Husrif kepada MEDIA RAKYAT di tempat terpisah, Rabu (24/5).
Klinik ini terwujud, kata Husrif, sebagai hasil kajian mendalam mengenai sistem inovasi daerah sebagai upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan pengadaan barang/jasa di desa. Prosesnya diawali dengan penyatuan pendapat melalui Focus Group Discussion (FGD) kemudian disosialisasikan kepada stakeholder terkait di Kabupaten Bombana. Husrif mengharapkan klinik ini, dapat memberikan manfaat  terhadap peningkatan kemampuan dan kompetensi bagi Tim Pengelola Kegiatan (TPK) dan kader desa. >>HT

Leave a comment