Ada Proyek Siluman Didesa Tapau?

 

NATUNA(MR)- – Proyek siluman Didesa tapao, belakangan ini jadi buah bibir ditengah masyarkat.Proyek Irigasi Satuan Pemukiman (SP) 2 Desa Tapau, Kecamatan Bunguran Tengah, pekerjaannya kurang memuaskan.Pasalnya, selain tidak pakai plang nama, pekerjaannya tidak rapi.

Belum diketahui siapa pemenang, Proyek dari Pemerintah pusat itu, apalagi anggarannya.

Salah seorang warga ditemui dilokasi proyek, mengaku jika proyek Irigasi, untuk mengliri sawah masyarakat . Selama dikerjakan kontraktor, tidak tanpak plang.proyek.

“Dengar-dengar sekitar Rp 5-8 milyar kata Kusno.
Lelaki berprofesi sebagai petani, itu sesekali melanjutkan pekerjaannya mencangkul sawah miliknya. Kamis siang 12 Juli 2018. “Tapi pengerjaan bukan hanya membangun irigasi Tapau, informasi di terima, kontraktor pelaksana juga merehab pekerjaan di SP 3, Desa Air Lengit.”

Namun Kusno, tak mengetahui, kontraktor pelaksana merehab pekerjaan apa, di SP 3 Desa Air Lengit. “Kalau ada papan plang, mungkin saya bisa menjelaskan sedikit detail,” katanya. “Sudah tanpa papan plang, pekerjaan asal-asalan.”

Selain itu, pihak kontraktor mengambil tanah timbun, dengan mengeruk lahan sawah terbengkalai dekat lokasi proyek. Sehingga tanah timbun itu, diragukan kwalitasnya. Tanahnya tanah putih, bukan kuning.

Lalu, pekerjaan membuat irigasi, bahan baku semen diragukan kekokohannya. Kalau tak percaya, silahkan lihat dilapangan. Sebab, lokasi proyek pembangunan irigasi, hanya tinggal puluhan meter dari sawahnya.pintanya

“Jika mau lebih jelas soal proyek Irigasi ini, silahkan Bapak-bapak tanya Kades Tapau,” sarannya. “Pak Kades sangat memahami, terutama pemakaian tanah timbunnya.”

Kades Tapau Sulaiman, hingga berita terpublikasi belum sempat dikonfirmasi. Mengingat, hari beranjak petang. Para pegawai telah pulang kerja. “Penggunaan tanah timbun proyek Irigasi Tapau tetap menjadi permasalahan,” ujar sumber awak media. “Tanah di keruk dari lahan persawahan, tanpa jelas izin, dan tanpa perlu biaya angkut truk.”

Sementara, pantauan dilapangan pada proyek Irigasi Tapau, terlihat tanah timbun dipergunakan, bukan tanah merah, alias diragukan kwalitasnya. Semen dinding irigasi, sepanjang ratusan meter, dibeberapa bagian, mulai retak.dan penuh tambalan.

Di kanan jalan terpasang tanda himbauan, Dilarang Membuang Sampah Atau Material Kedalam Saluran. Himbauan berlatarbelakang cat putih itu, dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai Sumatera IV, Jalan R.E Martadinata Nomor 1 Sekupang, Batam.

Hingga berita ini di publikasikan, Anggaran proyek Irigasi Tapau, masih misterius. Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2018,Dikerjakan, Mei lalu, hanya butuh waktu satu bulan .Dan sekarang sudah siap./Roy.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.