Cilacap, (MR)
Acara bagi hasil (sharing) Perum Perhutani KPH Banyumas Barat yang dilaksanakan pada hari Selasa, 25 Agustus 2015 yang berlokasi di petak 25 Dusun Bakung, Desa Rejodadi, Kecamatan Cimanggu, Cilacap-Jawa Tengah berlangsung tertib dan bernuansa alami, karena lokasi tersebut berada di kawasan hutan penyangga erosi serta sebagai jalur hijau pada jalan raya Cimanggu-Majenang. Lokasi tersebut telah tumbuh tanaman Mahoni Aprika yang ditanam sekitar tahun 1994 an, sehingga lokasi tersebut benar-benar memiliki hawa yang sejuk dan bernuansa alami.
Hadir pada kesempatan tersebut adalah Bupati Cilacap dan Jajaranya, Perwakilan LMDH,beberapa kepala desa, Camat, Pihak Kepolisian, dan undangan baik itu tokoh masyarakat maupun undangan lain yang ditaksir sekitar empat ratusan hadirin. Sedangkan dari pihak Perum Perhutani dihadiri hampir semua karyawannya baik itu ADM sampai jajaran tingkat bawah yaitu mandor menghadiri acara tersebut. Adapun nominal yang dikeluarkan oleh Perum Perhutani pada acara bagi hasil atau shering kali ini adalah sejumlah Rp.1.234.572.247,-sebagai perhitungan produksi tahun 2014. Sehingga dalam jenjang kurun waktu mulai dari tahun 2005 sampai 2014 Perum Perhutani sudah merealisaikan bagi hasil kepada masyarakat lewat jalur PHBM yaitu yang diterimakan oleh LMDH sebesar Rp.7.200.033.276,-.
Menurut Setiwan (ADM) dalam sambutanya mengajak semua penerima shering untuk bisa memanfaatkan dana tersebut dengan semaksimal mungkin untuk kepentingan yang tepat yang berhubungan dengan kemasyarakatan baik kelompok peternak, simpan pinjam, penghijauan ataupun kepentingan lain yang dapat membantu masyarakat di sekitar kawasan hutan. Lanjut Setiawan mengajak kepada masyarakat agar tetap menjaga dan melestarikan kawasan hutan agar peran hutan tetap sesuai dengan fungsinya dan tidak ada usaha-usaha untuk memiliki atau bahkan sertifikasi baik perorangan ataupun kelompok karena kawasan hutan ketetapannya sudah jelas. Sedangkan Perum Perhutani dalam pengelolaan sudah memiliki landasan hukum yang jelas yaitu PP NO 72 Tahun 2010.
Acara penyerahan sharing kepada 119 Desa dengan nominal Rp.1.234.572. 247 yang merupakan nominal yang tidak sedikit itu membuktikan kepada masyarakat bahwa saat ini Perum Perhutani tersebut tetap berkomitmen kepada masyarakat khususnya kawasan hutan selalu memberikan kontribusinya dan memberikan laporan yang transparan akan jumlah atau nominal hasil produksi.
Untuk itu sekitar 11.592 masyarakat yang dipekerjakan di sekitar kawasan hutan diharapkan dapat membantu pemerintah dalam dalam menanggulangi angka pengangguran dan ikut mendorong laju pertumbuhan ekonomi nasional. Disamping shering Perhutani KPH Banyumas barat juga menyalurkan pinjaman lunak (PKBL), Program Kemitraan (PK) sampai 2014 ini sudah digelontorkan dana sebesar Rp.1.729.625 .000,- dan jutaan bibit-bibitan untuk penghijauan baik itu lewat bakti sosial, Organisasi Pemuda Peduli Alam (OPPA) dan pendidikan untuk TK Tunas Rimba II di Sidareja. Dalam kesempatan tersebut Bupati Cilacap Juga memberikan sambutannya di hadapan hadirin yang berjumlah 400 an itu.
Dalam sambutanya Tatto Suwarto Pamuji selaku Bupati Cilacap mengajak kepada warganya untuk tetap menjaga dan melestarikan hutan dan jangan ada usaha-usaha untuk memilki dan merusak hutan baik itu dilakukan secara kelompok maupun perseorangan. Karena pada dasarnya kita hidup dari tetes air hutan coba bayangkan kalau hutan ini rusak dan saat musim kemarau tiba maka alangkah sengsaranya jika air dari hutan itu tidak mengalir lagi. Sehingga wajib hukumnya kita memelihara dan menjaga hutan.Selain itu Bupati juga mengajak kepada hadirin untuk meneruskan programya yaitu “BANGGA MBANGUN DESA” lewat yel-yelnya dan slogan “Ayo Kerja” membangun Desa. Acara dilanjutka hiburan bersama Bupati dengan memanggil beberapa perwakilan untuk naik kepanggung agar kepenatan dan keseriusan saat mendengarkan sambutan terobati. >>Alek Tarkum
