“Sate Sagu” SMPN 2 Kandangan Tak Bisa Dinikmati Secara Optimal di Masa Pandemi

Kediri, (MR) – Perjalanan menuju SMPN 2 Kandangan Kabupaten Kediri Jawa Timur membutuhkan kesabaran, dan keuletan. Sekolah yang terletak di lereng gunung Anjasmara harus ditempuh melalui jalan berliku-liku. Tetapi Ketika kita sudah sampai di sekolah tersebut, maka kita akan disajikan dengan hawa pegunungan yang sejuk, dan panorama indah, menjadikan nyaman saat berada di sekolah yang terletak di ujung Timur Kabupaten Kediri ini.

Menyikapi keadaan lingkungan sekitar, perbedaan kecerdasan siswa, dan gaya belajar siswa di daerah pegunungan tentunya berbeda dengan siswa di daerah kota yang mempunyai fasilitas memadai,dan tingkat kecerdasan berbeda, menjadikan kepala sekolah yang satu ini memutar otak, bagaimana agar prestasi siswa-siswi SMPN 2 Kandangan ini bisa ditingkatkan.

Taufik Hariadi, S.Pd., M.Si. Kepala sekolah SMPN 2 Kandangan tak henti-hentinya menggiatkan bapak ibu guru agar mengajar dengan menyesuaikan tingkat kecerdasan siswa. Apakah seorang siswa itu sangat menyukai alam. Jika kegiatan luar ruangan selalu membuatnya bersemangat, maka cara terbaik untuk belajar bagi mereka adalah dengan mengalami langsung, di tengah-tengah alam, atau seorang siswa memiliki kecerdasan musik yang baik, yang peka pada irama, ritme, maupun melodi. Bisa jadi siswa itu seseorang dengan kecerdasan interpersonal yang menonjol biasanya menyukai kerja kelompok. Saat bekerja bersama dalam tim, sehingga membuatnya menghasilkan ide-ide cemerlang. Berbagi, berdisukusi, bahkan memperdebatkan gagasan adalah kegiatan belajar yang menyenangkan, dan tentunya tingkat kecerdasan yang lain lagi.

Dengan mengenal dan memahami tipe kecerdasan siswa dan gaya belajar siswa, diharapkan bapak ibu guru bisa memberikan metode pembelajaran yang sesuai. Tidak hanya itu saja, bapak ibu guru juga dapat memberikan Pendidikan kecakapan hidup (life skill) bagi siswa. Taufik Hariadi, S,Pd., M.Si selaku kepala sekolah meluncurkan program “Sate Sagu”. “Sate Sagu” adalah kepanjangan dari “Satu Talenta Satu Guru”, di mana seorang guru dapat memberikan minimal satu talenta di luar bidang studi yang diampunya, yang dapat diberikan kepada siswa sebagai bekal untuk hidup di masyarakat. Sesuai dengan salah satu tujuan khusus dari pendidikan kecakapan hidup yaitu memberikan bekal dasar dan latihan yang dilakukan secara benar mengenai nilai kehidupan sehari-hari yang bisa memampukan siswa untuk berfungsi menghadapi kehidupan masa depan yang sarat kompetisi dan kolaborasi sekaligus. Misalnya keterampilan memasak, merangkai bunga, berkebun, pertukangan dan lain lain.

Program “Sate Sagu” dapat dinikmati oleh siswa sebelum pandemi sehingga SMPN 2 Kandangan bisa meraih banyak prestasi di bidang akademik maupun non akademik, dan tentu saja kostum karnival yang telah mempunyai nama baik di tingkat kabupaten, propinsi, maupun nasional. Akan tetapi pandemi menyebabkan siswa tidak bisa belajar di sekolah dengan optimal. Walaupun begitu di tahun 2020, SMPN 2 Kandangan menjadi juara 2 Desain poster digital, dan 10 besar lomba cipta baca puisi yang dilombakan secara daring dan luring tingkat kabupaten.

Dalam pembelajaran di masa pandemi ini SMPN 2 Kandangan juga sudah melakukan pembelajaran secara daring, tetapi juga berupaya memberikan “Klinis Belajar” bagi siswa yang kesulitan melakukan belajar secara daring dikarenakan kondisi geografis atau finansial. “Dengan doa dan kerja keras, kami akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi siswa siswi agar bisa belajar dengan optimal, sehingga mampu berprestasi dan berguna di masyarakat.” Ucap Kepala sekolah berkaca mata itu. Brafo. (Ag)

Loading

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.