Para Terdakwa Penculikan dan Pengeroyokan Apakah JPU Akan Menuntut Maksimal?

Tangerang, (MR) – Dalam Sidang yang di gelar pada Kamis (14-5-20) di ruang 4 dalam kasus perkara Yo Kok Kiong, menghadirkan saksi mahkota Riya Septiani (Ani), namun dalam persidangan di ruang 4 tersebut, hadir Pengacara yang akan mendampingi Septiani dalam Persidangan tetapi cukup menarik saat Hakim Ketua mempertanyakan, kepada Pengecara tersebut. “Apakah anda membawa surat kuasa dari saksi Septiani dan ditanda tangani Septiani ?”, tanya Majelis Hakim

Pengacara tersebut melihatkan surat kuasa yang sudah ditanda tangani Ani ke Majelis Hakim, Hakim mempertanyakan kembali kepada saksi Septiani, “Apakah anda didampingi Pengacara, memberikan kuasa, juga tanda tangan kuasa..?” Tanya Majelis Hakim

Ani menjawab “tidak Pak Hakim”. Spontan Pengacara tersebut keluar sidang.
Apa yang terjadi sampai pengacara bisa tidak ada kordinasi dengan Septiani, ada apa sebenarnya lalu tanda tangan surat kuasa tidak diakui Septiani, siapakah yang tanda tangan kuasa tersebut ?

Saksi Mahkota Septiani (Ani) ketika Dewi Tenri M, SH (JPU ) menanyakan keterlibatan Ani dalam perkara 351 dan mengatakan” bahwa saya cuma 1 kali memukul wajah Yo Kok Kiong,,” ucap Ani. Dalam perkara ini JPU seharusnya bisa memperlihatkan barang bukti seperti Kunci Roda, baju penuh darah, karena biar Hakim Majelis bisa mengetahui bahwa Barang Bukti bisa diperlihatkan, sehingga dalam persidangan ini tidak ada keberpihakan kepada Terdakwa bahkan 2 kali kami mengajukan saksi pada JPU Dewi Tenri M, SH yg mengetahui kejadian dan berapa banyak orang yang melakukannya dalam pengeroyokan anak saya di Apartement, Sehingga Persidangan bisa Obyektif dan Adil” Kata Rudi.

Majelis Hakim menunda persidang sampai tanggal 4 Juni untuk tuntutan, disaat sidang selesai sayang pihak media tidak dapat menjumpai JPU Dewi Tenri M. SH. menghindar diri melalui pintu belakang, apa yang terjadi dengan JPU Dewi Tenri M, SH sampai menghindari awak media.

Semua kejanggalan menjadi pertanyaan dan sorotan publik juga awak media, juga sorotan para Petinggi Keadilan Kejagung, Kejati, Jamwas dan Ombusman terhadap Kasus Pengeroyokan Pasal 170 KUHP berubah Pasal 351 ayat 1 yunto Pasal 55 ayat 1 sehingga di panggilnya JPU Dewi Tenri M. SH ke Kejaksaan Tinggi Serang Banten, Selasa, 12 Mei 2020 menurut keterangan Kajari Tangerang, karena dilaporkan Pihak Korban. (Team)

 140,970 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini