Kemensos Diminta Tinjau Langsung Terkait Kwalitas Beras Program BPNT

Bekasi, (MR) – Ditengah pendami Virus Corona (COVID-19) semakin merucutnya perekonomian masyarakat di karenakan adanya lockdown, sangat di sayangkan pendistribusian progran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ikut merucut.
Banyaknya aduan dari masyarakat terkait Kwalitas beras yang semakin kurang layak untuk di Konsumsi oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sangat di sayangkan Kementrian Sosial (KEMENSOS) lalai menyikapi.
Indra Pardede, Sekjend Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Anti Mafia Peradilan dan Korupsi Republik Indonesia (DPN LSM KAMPAK-RI) ketika di temui oleh awak Media Rakyat di kantornya Grend Galaxy Blok RRG 9 no.39 Jakasetia Bekasi Selatan.
(21/05/2020) Indra angkat bicara,” Saya sangat prihatin di tengah pendami covid-19 masyarakat masih membincangkan terkait kualitas Beras yang semakin menurun, seharusnya dengan di tambahkannya Anggaran yang tadinya Rp.150.000 menjadi Rp.200.000 akan bertambahnya kwalitas beras dan komoditi sembako yang sudah pasti memuaskan”,Paparnya.
Lanjut Indra, untuk menyikapi hal tersebut saya berharap Kementerian Sosial (KEMENSOS) agar segera meninjau kinerja perum Bulog yang sudah di tunjuk oleh Dinas terkait sebagai penyedia komoditi program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) karena adanya dugaan penyalahgunaan wewenang dalam bekerja,”Tegas bang indra sapaan akrabnya.
Hal senada di sampaikan oleh salah satu Aktivis dari masyarakat Suparman, membenarkan,” Saya sangat setuju apa yang di katakan oleh Sekjend Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Anti Mafia Peradilan dan Anti Korupsi Republik Indonesia di atas.
Kenapa saat Anggaran BPNT di tambah nilai angkanya, kwualitas beras dan komoditi yang lainnya juga malah menurun, banyak KPM mengeluhkannya dan saya yang salah satu perwakilan dari masyarakat agar supaya Kemensos meninjau langsung seperti apa Forum Bulog dalam pendistribusiannya kepada Keluarga Penerima Manfaat.
Kami sebagai masyarakat berharap Kemensos,satgas pangan dan kementrian perdagangan agar segera bertindak tegas penyedia komoditi yaitu Forum Bulog, menurut dugaan kami bahwa Forum Bulog yang telah memanfaatkan program ini sebagai ajang cari untung besar masyarakat lah yang jadi korban,”Kata Suparman dengan rasa kecewa. (Bemo)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.