mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Wisata Bahari & Arkeologi Bawah Laut Jadi Andalan Natuna

Published on Feb 25 2017 // Berita Utama

Natuna, (MR)
Sejak dimekarkan 17 tahun silam, Kabupaten Natuna mulai menunjukkan jati dirinya. perlahan tapi pasti .Kata kecil yang berada diporos tengah Negara Asean ,akhir akhir ini menjadi buah bibir bagi Pemerintah Pusat. Kunjungan Presiden Joko Widodo, telah membuat Natuna dikenal luas di masyarakat.

Harus diakui, meski Natuna telah banyak menyumbangkan PAD bagi Negara, melalui Migas, namun Kabupaten yang jauh di ujung utara itu, seakan terlupakan. Padahal selain minyak dan gas bumi, Natuna juga menyimpan kekayaan ikan yang berlimpah. Terbukti, Pencurian ikan di laut Natuna masih tinggi. Bahkan lautnya juga menyimpan sejumlah harta Karun, berupa keramik langka peninggalan Dinasti Yuan dan Ming, sudah berumur ratusan tahun.

Memang dari sisi infratuktur, Kabupaten Natuna jauh dari khalayak. Namun setelah Kunjungan Presiden ke 7 Ke Natuna, Jokowi Memberi maklumat agar daerah ini digesa pembangunannya. Selain Pembangunan, pertahanan juga sangat penting guna melindungi Kabupaten Natuna dari ancaman Negara Asing.Untuk bisa mewujudkan pembangunan di Daerah ini,perlu kerja sama semua lini. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna, Erson Gempa usai dilantik langsung melakukan berbagai terobosan, guna memajukan pariwisata di Natuna.

Saat dikonfirmasi lewat telepon seluler, Ia,ingin menjadikan Pulau Natuna menjadi destinasi utama di Indonesia, khusunya Kepulauan Riau. Sebuah terobosan akan dia lakukan dengan merancang tata kelola kepariwisataan sangat menarik dan lain dari yang lain.

Dijelaskan, berbagai sektor telah dipikirkan agar terjadi kesinambungan dan sinergi antara pemerintah daerah khususnya dinas yang dipimpinnya dengan masyarakat yang mempunyai tatanan hidup berbudaya. Guna mendorong kegiatan pariwisata yang akan berdampak dengan meningkatnya kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara, dalam waktu dekat, pihaknya akan melaunching kalender event pariwisata yang dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2017.

Dengan adanya kalender event pariwisata ini, Erson berharap semoga semua elemen yaitu masyarakat, SKPD, para pengusaha lokal ataupun luar serta instansi-instansi lainnya bisa membuka wawasan.

“Pariwisata itu adalah milik kita semua. Jadi bukanlah milik Dinas Pariwisata saja. Ketika Pariwisata itu tumbuh dengan baik, maka semua elemen berpacu untuk membangun sektor pariwisata dengan semangat yang hebat,” oleh sebab itu kami minta semua lini bisa saling mendukung, terutama soal harga tanah, sebab salah satu kendala bagi Pemerintah untuk mengembangkan wisata di Natuna, adalah harga tanah. Jika masyarakat mau bersinergi dengan Pemkab, pasti akan saling menguntungkan. Di samping itu, Erson juga tengah menyiapkan konsep besar, Tour de Natuna dengan paket wisata bahari. Para wisatawan baik lokal maupun mancanegara akan Kita ajak berkeliling ke beberapa pulau di Bunguran Natuna Ada juga paket wisata ke pulau-pulau paling ujung utara, yakni Pulau Sekatung. Pulau ini merupakan satu dari sekian banyak wisata andalan Natuna.

Untuk menjadikan Pulau Natuna objek kepariwisataan berdaya tarik tersendiri, ia pun akan mengusung konsep marine ecotourism (wisata bahari) dan arkeologi bawah laut. Sebab wisata arkeologi bawah laut, termasuk wisata langka, dan jarang dimiliki daerah lain.Tahun ini, Kita akan melakukan pembebasan lahan di Pulau Senoa, Daerah ini akan jadi andalan wisata Natuna, tutupnya. >>Roy

Leave a comment