mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Warga Tuntut Copot Sekdes Sontoloyo Yang Diduga Mesum di Polindes

Published on Mar 05 2016 // Investigasi-Report

demoJombang, (MR)
Puluhan warga Desa Jatimlerek Kec. Plandaan Kabupaten Jombang, tepatnya hari Jum’at (9/2/16) melakukan aksi unjuk rasa dibalai desa terkait tindakan asusila yang dilakukan oleh Sekdes Jatimlerek (jn) dengan seorang warga yg berinisial (en) didalam polindes. Berawal dari kecurigaan beberapa warga maka kurang lebih ada sepuluh waraga Desa Jatimlerek tepat jam 12 siang mengetuk dan menggedor pintu pintu polindes yang terkunci dari dalam. Beberapa saat kemudian muncul dari dalam polindes sekdes dengan memakai celana pendek dalam keadaan acak-acakan/ludes disusul kemudian seorang perempuan berinisial (en) dari dalam polindaes tersebut. Ketika kepergok warga sang Sekdes mengaku tidak melakukan perbuatan apa-apa, dia hanya sekedar memberikan pelayanan terhadap masyrakat sesuai tugasnya sambil menunjukan lembaran kertas putih yang katanya surat, akan tetapi warga tidak begitu mudah percaya dengan apa yang disampaikan oleh sang Sekdes. Beberapa warga mengatakan kepada tim media rakyat, “masak seorang Sekretaris Desa memberikan pelayanan terhadap warga kok dilaksanakan didalam polindes.?? dengan keadaan pintu terkunci dari dalam lagi, itu kan alasan yang tidak masuk akal.?? iyha tho.?? dan hal itu dilakukan tidak hanya sekali ini saja mas, tetapi beberapa kali kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Waktu tim dari media rakyat mau konfirmasi terkait peristiwa tersebut kepada Sekdes, yang bersangkutan langsung marah-marah dengan nada tinggi disertai suara berisik dari knalpot motor yg di staternya dan langsung mengusir tim dari lokasi.

Berhubung aksi demo yg dilakukan warga Desa Jatimlerek dirasakan tidak membuahkan hasil karena pada waktu itu kepala desa tidak berada ditempat, maka aksi tersebut dilanjutkan di Kecamatan Plandaan dan tepatnya hari Senin (22/2/16),  warga Desa Jatimlerek didampingi oleh BPD, Perangkat desa dan beberapa tokoh masyarakat, berkumpul dibalai Kecamatan Plandaan guna meminta ketegasan Camat setempat dalam menanggapi, menyikapi, dan memutuskan perkara dugaan asusila yg telah dilakukan oleh Sekdes tersebut.

Sebetulnya permintaan warga cuma sederhana saja, warga Desa Jatimlerek tidak mau mempunyai figur publik sebagai contoh masyarakat desa mempunyai karakter yg arogan dan suka berbuat hal yg tidak senono, dengan kata lain Sekdes harus dicopot atau paling tidak dipindah tugaskan dari Desa Jatimlerek, daripada setiap hari masyarakat resah dengan keberadaan Sekdes tersebut di desanya.

Waktu dikonfirmasi, Sugianto selaku Camat Plandaan mengatakan bahwa permasalahan tersebut akan di klarifikasikan terlebih dulu kepada yg bersangkutan dan terkait permintaan warga tentang penolakan keberadaan Sekdes tersebut di Desa Jatimlerek, pihak Kecamatan akan berkoordinasi terlebih dahulu kepada pihak pemerintah Kabupaten Jombang, karena memindah tugaskan apalagi mencopot seorang PNS itu bukan kewenangannya, pungkas Camat. Akhirnya wargapun membubarkan diri dan tinggal menunggu hasilnya… bersambung edisi mendatang. >>Me/Tim

Leave a comment