Warga Resah, Program Pamsimas  Tidak Jelas.

Natuna (MR)-Program Penyediaan air minum dan sanitasi, berbasis masyarakat (PAMSIMAS), akhir akhir ini menjadi buah bibir warga RT 03 RW 01, Pian Padang. pasalnya proyek pembangunan untuk hidup orang banyak, pekerjaannya terkesan   asal-asalan. 

Karena hingga  saat ini, proyek pembangunan Sanitasi air bersih,tahun 2018 itu, belum juga dinikmati masyarakat Pian Padang. Pada ratusan juta telah digelontorkan untuk pembangunan itu.  Oleh sebab itu aparat penengak hukum diminta  turun tangan dan  memeriksa siapa saja orang yang  terkait, dalam lingkaran pembangunan Sanitasi Pamsimas.

Ketua RT Aswas, ditemui wartawan koran ini, mengaku  tidak tahu pasti apakah tanah, tempat bangunan sanitasi Pansimas dibeli atau dihibah.Selama pembangunan  tidak ada koordinasi .Setahu Saya tanah itu milik Daeng Rusnadi, mantan Bupati Natuna. masalah ada ganti rugi atau hibah saya tidak tau. Ucap Ketua RT 03 / RW 01,Pian Padang, Azwar, (15/2/2019), lalu.

Untuk  sumur 3 X 3 meter,  bak penampungan air, ketinggiannya,  kurang lebih 10 meter. Penyambungan pipa induk di tepi jalan sudah ada, namun dari sumur ke water tank (bak penampungan air), belum terkoneksi. Karena Water pump (pompa pengantar air ke bak penampungan )  masih kosong . Lalu timbul pertanyaan, untuk apa dibangun kalau hanya jadi pajangan?. Apakah ini bukan korupsi?.

Hasil pantauan dilapangan, lantai belum diplester, dan sudah me galami kerusakan. l
Dilokasi kegiatan, terlihat papan proyek Bertuliskan  program Penyediaan air minum dan sanitasi (Pamsimas) Kabupaten Natuna. Volume 1 (Satu) paket. Pengadaan air bersih, Sanitasi dan Kesehatan. SPPB Nomor (Kosong). Jumlah dana Rp 406.153.000. Bantuan APBN Rp 324.907.000. Swadaya masyarakat (Kosong). Incash 16.2460.000 dan Inkind 65.000.000. Waktu pelaksanaan 90 (Sembilan Puluh) hari, tidak ada bertulis  kapan dimulai  kegiatan .
Lokasi Cemaga Selatan, Kecamatan Bunguran Selatan, Provinsi Kepulauan Riau. Pelaksana kegiatan yaitu Kelompok Kerja Masyarakat (KKM) Sumber Rezeki.

Kantor Sekretariat Pansimas  beralamat  jalan Datok Kaya Muhammad Benteng Kab Natuna, ketika dikonfirmasi  mengaku jika pembangunan program Pansimas dari tahun 2014 sebesar 9,5  milyar berada di 46 desa, ucap Irfan.

Teknis pengucuran anggaran,  2 tahap dan langsung dikirim  ke rekening Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM), dari Kantor Pelayanan Pembendaharaan Negara (KPPN). INCASH, menurut  Erfan artinya swadaya masyarakat dalam bentuk uang, dan INKIND artinya swadaya masyarakat dalam bentuk tenaga maupun material.

Sementara untuk pengawasan dilakukan oleh Fasilitaor Masyarakat, bernama Jurandi, hendromi dan afdhalu jannah”. fasilitatornya turun langsung mendampingi masyarakat kebetulan mereka putra daerah hasil seleksi satker provinsi.

Teknis Penyambungan kerumah warga, tidak termasuk dalam Volume 1 (Satu)  di papan proyek kegiatan. Hanya sarana  dan  pipa kontribusi sampai jaringan, Kalau kerumah boleh swadaya, atau dengan dana APBDesa  Jelasnya Erfan./Roy.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.