mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Warga Kesal, Pengusaha Galian C Diduga Dibeking Oknum Aparat

Published on Mar 29 2013 // Berita Utama

Majalengka,(MR)

RATUSAN Masyarakat Desa Cibentar Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Maja-lengka Berunjuk Rasa di lokasi Cikeuruh minggu (24/3) sekitar pukul 08.30 Wib, kejadian ini memang terjadi yang kedua kalinya dan masyarakat sudah merasa kesal atas adanya aktifitas alat berat Excavator yang menggali kandungan kali Cikeuruh. Dalam orasinya masyarakat juga menyampaikan bahwa mereka semua menginginkan agar alat berat dengan sece-patnya hengkang dari kali Cikeuruh ataupun wilayah Desa Cibentar. dan ketika sebagian warga di kompirmasi Media Rakyat kenapa dan apa alasan sampai terjadinya unjukrasa, mereka menjelas-kan bahwa khawatir akan dampak dari pengerukan kali Cikeuruh akan mengakibatkan naiknya air ke areal tanah/ sawah ataupun bangunan ru-mah dan yang lainya yang berada di damparan atau dekat dengan aliran kali Cikeuruh apabila keadaan sedang banjir, dan karena juga yang merupakan penahan aliran air seperti cadas digali dan di hancurkan untuk di ambil sirtunya dan juga karena pihak pengusaha galian C Sudah tidak menghargai ataupun sudah tidak mempedulikan lagi lingkungan masyarakat sekelilingnya dan seenaknya saja keluar masuk membawa dan mengoperasikan alat berat tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu dengan masyarakat, begitu imbuh masysrakat yang tidak mau disebut namanya.

Maka atas kehendak masyarakat seperti itu pihak pengusaha Galian C. H.Santi yang diwakili oleh salah seorang pekerjanya dan salah seorang pengusaha Sirtu, Ade Cinta Waluyo yang saat itu pelaksanaanya sedang berada di lokasi tersebut (lokasi cikeruh Ade Cinta Waluyo) setelah di unjuk rasa oleh masyarakat, telah bersedia membuat kesepakatan bahwa pihak pengusaha alat berat dan pengusaha kali Cikeuruh tersebut sepakat untuk tidak melanjutkan aktifitas tersebut sampai seterusanya dg tidak menggunakan alat berat dan sepakat alat berat tersebut hengkang dari wilayah desa Cibentar. dan kesepakatan tersebut dinyatakan dengan cara membuat pernyataan bersama dengan di disaksikan unsur Muspika seperti aparat Desa, kepolisian, pihak Koramil Serta Masyarakat dan para pengusaha lokasi sirtu lainya.

Diduga Pengusaha Dibekingi Oknum Aparat

Kejadian seperti ini memang bukan yang pertama, melainkan kedua kalinya, dan kenapa kejadian ini terjadi kembali dan seolah tidak menghiraukan masyarakat sekelilingnya bahkan sudah tidak mengindahkan teguran Desa dan aparat berwenang lainya, Kenapa dan ada apa …? masyarakat bertanya-tanya.

Hal ini terucap setelah Media Rakyat menulusuri dan kompirmasi dengan beberapa nara sumber bahwa sebelum kejadian yang kedua kalinya pernah juga terjadi beberapa bulan kebelakang bahwa pengusaha sudah mendapat teguran dan peringatan dari masyarakat maupun aparat desa kepolisian, serta Satpol PP, untuk tidak melakukan penggalian menggunakan alat berat di kali Cikeruh dan alhasil Seketika aktifitas sempat berhenti dan tidak ada alat berat, tetapi itu hanya sekejap saja dan nyatanya terjadi lagi aktifitas tersebut, dan lagi-lagi aparat pun turun tangan, tetapi yang saat ini tidak ada alhasil melainkan di biarkan saja sekalipun sudah tahu alat berat beraktifitas kembali, bahkan yang lebih tidak dimengerti oleh masyarakat kenapa walaupun sudah membuat pernyataan dan pernyataan tersebut diketahui oleh pihak berwenang yaitu Satpol PP dan surat pernyataan tersebut dibawanya (pernyataan pertama sebelum unjuk rasa), tetapi ko malah tetap beraktifitas dan padahal Pihak yang berwenang tahu tentang itu ? Dan tentang hal tersebut Media Rakyat sempat menerima dan mendengarkan atas penjelasan dari salah seorang pihak pengusaha bahwa semua kegiatan atau aktifitas tersebut (Galian C/Alat berat) tanggung jawab “ Sdr Atg” ( oknum aparat) menurut masyarakat pantesan pengusaha galian C H.Santi sangat berani dan tidak peduli dengan semua situasi dan kondisi yang muncul di masyarakat, memang itu bukan rahasia lagi (masyarakat tau akan oknum terkait). >> Kris/Kabiro

Leave a comment