Wakil Menteri Diperintahkan Ambil Alih Reformasi Birokrasi

Jakarta,(MR)

WAKIL Presiden Boediono memerintahkan kepada para wakil menteri untuk memimpin upaya reformasi birokrasi di kementerian masing-masing. Wapres juga meminta agar tidak ada lagi praktik titipan dalam seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang baru saja dicabut moratoriumnya.

“Saya minta wakil menteri berperan aktif dalam reformasi birokrasi di kementeriannya. Bagi kementerian/lembaga yang tidak memiliki wakil menteri, upaya ini akan dilakukan yang jabatannya tinggi seperti oleh sekretaris jenderal atau sekretaris utama pada lembaga nonkementerian,” kata Wapres Boediono saat membuka rapat di Istana Wakil Presiden, Jumat (25/1).

Wapres mengingatkan, reformasi birokrasi adalah sebuah pekerjaan besar dan berjangka panjang. Selama ini, salah satu tugas Wakil Presiden adalah memimpin Komite Nasional Reformasi Birokrasi yang beranggotakan para menteri. Dengan waktu yang tersisa, Wapres meminta agar para wakil menteri mengambil langkah-langkah paling realistis yang bisa dicapai di kementerian/lembaganya.

Adapun selama dua tahun terakhir Komite Nasional telah bekerja dengan dibantu dalam operasional keseharian oleh Unit Pelaksana Reformasi Birokrasi Nasional. Tim ini diketuai Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dengan dibantu oleh Wakil Menteri Bappenas dan Wakil Menteri Keuangan. Ke depan, keterlibatan para wakil menteri akan dikukuhkan dalam peraturan presiden (perpres) tentang penataan reformasi birokrasi yang akan dikeluarkan dalam waktu dekat.

“Dengan cakupan yang begitu luas, tak mungkin kementerian PAN melakukan sendiri tanpa pengawasan dari instansi masing-masing. Karena itu, semua harus ikut bergerak secara aktif mengawal pelaksanaan reformasi birokrasi,” kata Wapres.

Lebih jauh, Wapres berharap agar para wakil menteri bisa mendorong langkah-langkah yang cepat dan bisa dirasakan masyarakat dalam jangka pendek seperti kemudahan perizinan, catatan sipil, imigrasi, atau pertanahan. Di sisi lain, Wapres juga berharap agar para wakil menteri bisa berkontribusi pada langkah-langkah yang akan menjadi pondasi perubahan jangka panjang seperti perubahan sistem rekrutmen, promosi terbuka dan sebagainya.

“Saudara-saudara (para wakil menteri) sangat sibuk dengan pekerjaan tapi jangan melupakan reformasi birokrasi karena kita punya kewajiban meninggalkan sistem yang lebih baik untuk generasi berikutnya,” ingat Wapres. >>Sahrial Nova

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.