mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Tuding Eksekutif Dan Legislatif Sinting?.Idel Putra Jaya Dipolisikan.

Published on Jun 09 2018 // Natuna Membangun

 

Natuna(MR)- Kebebasan mengeluarkan pendapat ,akhir akhir ini melebihi ambang batas.Kadang komen komen dianggap memecah belah rasa persatuan sering kali bermunculan. Pada hal UU ITE, telah disahkan .Bahkan himbauan dari Kapolri sudah sering dikumandangkan agar berhati hati, berbicara, memposting sesuatu gambar atau perkataan yang dianggap dapat menghina, atau memecah belah rasa persatuan.

Anehnya, meski sudah sering disosialisasikan, keinginan mengeluarkan pendapat seenak “perutnya” saja.Tidak ada batas atau tata Krama dalam hal mengeluarkan pendapat .

Seperti yang dilakukan akun medsos Idel Putra Jaya.Tanpa pikir panjang pemilik akun ini, menuding Eksekutif dan legislatif Latif Sinting.Sontak saja netizen banyak komentar.Pada hal mereka yang ikut nimbrung ,bisa terkena UU ITE.

Pemerintah Kabupaten Natuna lewat Diskominfo ,hari ini resmi melaporkan pemilik akun Idel Putra Jaya kepada Pihak Kepolisian sabtu 09/06/2018,karena dianggap melecehkan, menghina dan memecah rasa persatuan ditengah masyarakat serta dianggap sebagai propokator.

Ciutan itu bermula saat Disbudpar melaksanakan kegiatan Sail To Natuna.Puluhan Kapal Yach berbendera asing, singgah untuk menikmati keindahan alam Natuna.Berbagai kegiatan tradisional nenek moyang Kita pun dipamerkan .Bahkan tidak sedikit orang asing pengen mengetahui permainan itu.

Sayangnya Tradisi permainan leluhur itu malah dikotori dengan cemoohan orang orang tidak bertanggung jawab.Berbagai hujatan bahkan hinaanpun bermunculan di medsos.

Salah satunya komentar, Idel Putra Jaya .Secara terang terangan ” menghina’ lembaga Eksekutif dan Legislatif dengan kalimat “Sinting”.(Gila)

Selain itu, ia juga menyebutkan kalimat “Dungu” diduga ditujukan kepada salah seorang Kepala Daerah ataupun Kepala Dinas, menyelenggarakan event pariwisata .

Kepala Diskominfo Natuna, Raja Darmika, kepada media menyebutkan, bahwa pihaknya mewakili Pemerintah Daerah Natuna melaporkan pemilik akun FB tersebut ke pihak Kepolisian hari ini.Tidak tanggung tanggung gerakan Kominfo ini bukan hanya gertak sambal semata.Namun hari ini telah diwujudkan.

“Tulisan positif media terkait parawisata, ditanggapi kasar . Saya bacanya saja geram. Kita laporkan supaya dijerat dengan UU ITE,” ungkap Raja Darmika, Jum’at (08/06/2018) malam.lewat Hp.

Raja, menyebut pihaknya sudah memberikan peringatan, dan meminta untuk menghapus postingan dikolom komentar FB ,sekaligus meminta maaf kepada pihak eksekutif dan legislatif. Namun peringatan tersebut tak diindahkan oleh pemuda “berasal” dari Kecamatan Midai. Tidak adanya niat baik menghapus postingan dan meminta maaf, sudah seharusnya kedua lembaga ini melaporkannya.Agar tau batas batas bila berbicara dimedsos,sekaligus contoh bagi netizen lainnya.

Hal ini dilakukan Pemda Natuna, untuk memberikan efek jera kepada sang pemuda yang sok hebat itu.

“Kita mau jadikan ini pelajaran, untuk lebih berhati-hati di media sosial,” sebutnya.

Sementara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Natuna. Lembaga eksekutif ,juga berencana akan melaporkan pemilik akun FB Idel Putra Jaya ke pihak yang berwajib. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua DPRD Natuna, Yusripandi, saat ngopi malam di jalan Pramuka.

Menurut Yusripandi, cuitan Idel Putra Jaya di medsos dianggap sebagai ujaran kebencian, dan menghina lembaga yang dipimpinnya.

“Akan kita pelajari dulu kasusnya. Apakah ini sebagai bentuk ujaran kebencian, Penghinaan ,Propokator . Saya masih menunggu arahan dari Pak Kapolres,” kata Yusripandi.

Selain kedua lembaga diatas, postingan Idel Putra Jaya juga berhasil memancing reaksi para netizen, untuk angkat bicara. Menurut beberapa netizen, kata-kata Idel Putra Jaya dimedsos juga dianggap tidak beretika atau tidak memiliki sopan santun.Namun ada juga yang mendukung.
Pertanyaannya, apakah akun Pace book Berita Natuna ikut bertanggung jawab?

Postingan Idel Putra Jaya di kolom komentar group FB Natuna, dalam sebuah postingan berita yang berjudul “Pemda Natuna Sukses Buat Yachters Sail to Natuna Tersanjung”.
“Harusnya isi kepala si dungu itu yang dikupas, biar keluar integritas pikiran,yg menghasilkan konsep terbaik. Bukan kupas kelapa,yg keluar cuma APBD lalu menghasilkan defisit. Apa gak sinting itu eksekutif dan legislatif..?,” ungkap Idel Putra Jaya.

Selain komentar diatas, masih banyak lagi komentar-komentar “pedas” di posting oleh pemilik akun FB Idel Putra Jaya tersebut.

Atas perbuatannya Idel Putra Jaya terancam dijerat Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang No 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman pidana paling lama enam tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.Atau bisa jadi kena pasal berlapis, Seperti Penghinaan, dan ujaran kebencian./Roy.

Leave a comment