Tipu Saudara Ipar, Pinjam Sertifikat Digadaikan 10 tahun

Jombang,(MR)

ORANG pandai itu baik, tetapi menjadi tidak baik apabila digunakan untuk memperdaya orang lain dengan kepandaiannya itu. Seperti yang terjadi pada Somad warga Desa Tanggal Rejo, Kecamatan Mojoagung, Jombang. Kejadiannya sudah sepuluh tahun sertifikatnya diduga digelapkan oleh saudara iparnya, A.Ghof warga dusun semen Tanggal Rejo.

Ketika dikonfirmasi Somad memaparkan “ Kisaran tahun 2003 tanah saya lebar 15 meter panjang 100 meter. Karena factor ekonomi dan biaya sekolah anak, saya jual setengah bagiannya kepada saudara ipar saya Abd Ghof. Dengan kesepakatan harga jual Rp.50.000.000. (lima puluh juta) berhubung masih ada ikatan saudara saya tidak keberatan pembayaran tidak kontan, atau dicicil. Saat saya butuh sekali bisa 10 juta, 5 juta, 2 juta, I juta bahkan pernah saya menagih hanya dikasih 50.000 atau beras.

Jumlah total pencicilan pembayaran pada perhitungan saya maksimal sekitar Rp.35 juta. Tepat dipertengahan tahun 2003 saya diajak ke notaris Mayumi, Jombang, katanya akan dibayar lunas kekurangannya sambil memecah sertifikat menjadi dua. Setelah saya iyakan saja, wong saya ini orang bodoh, saya disuruh tanda tangan ya saya tanda tangani tanpa pikir panjang.

Setelah selesai ke notaris dan tanah dipecah jadi dua, lebar 8 meter saya jual. 7 meter masih milik saya. Ternyata uang pelunasan tidak dikasih. Sampai sertifikat terbit jadi dua satu nama Abd gho satu nama saya katanya, tetapi sampai tahun 2012 saya tidak tahu apakah sertifikat itu nama saya atau nama saudara. sering saya tanyakan keberadaan sertifikat tersebut, tetapi dia hanya janji-janji saja untuk mengembalikannya. Sejak lepas dari genggaman saya, sertifikat sudah tidak saya ketahui lagi keberadaannya. Untuk ke pengacara saya tidak punya biaya, ke yang lain juga perlu biaya, kalau ada yang mau nolong …!

Pada tahun 2012, ini semua terbongkar, di sekitar bulan maret, petugas Bank Danamon mendatangi rumah kediaman saya, mereka mengatakan sertifikat rumah ini telah dijaminkan di Bank Danamon dan dalam waktu dekat akan dilakukan penyitaan karena kredit macet. Karena terkejut, kami meminta bantuan ke wartawan Mojokerto, mas Nanang untuk pertimbangan hukum. Setelah mendapat perjelasasn tentang hukum dan perbankan kami agak lega. Sebelumnya perasaan kami sangat panik tidak karuan, bagaimana kalau betul betul disita.

Akhirnya saya melabrak ipar untuk segera kembalikan sertifikat milik saya. Tetapi apa yang saya temui lagi lagi janji kosong. Saya orang sabar, masih berharap penyelesaian kekeluargaan, tetapi saran mas Nanang supaya kasus ini secepatnya diproses secara hukum. Sebab janji itu tidak ada ujungnya. >>Fr/Nng

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.