Tipu Calon Pegawai, Mantan Sekdaprov Kepri Diadili

Tanjungpinang (MR)

Mantan Sekdaprov Kepri Arifin mengaku menerima Rp380 juta dari 13 korban calon pegawai negeri yang melamar tahun 2010 lalu.

Arifin mengaku gagal memperjuangkan para korban menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, karena dirinya keburu dicopot oleh Gubernur HM Sani. Rekomendasi ke-13 calon yang dibuat ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk dapat menerima mereka sebagai pegawai Provinsi Kepri, akhirnya tidak dihargai. “Saya keburu dicopot. Bagaimana lagi,” katanya, Kamis (18/8).

Dalam sidang kasusnya di PN Tanjungpinang, Selasa (16/8), Arifin menyebutkan uang yang diberikan para korban diterima oleh saksi yang juga calo, Nur Hasanah, secara bertahap.

Yakni, pada tiga kali pertemuan di ruang kerja Sekda di kantor Gubernur di Tanjungpinang, serta lima kali di restoran Durian Indah Tanjunguban-Bintan milik terdakwa.

Menurut Arifin, tarif yang dikutip Rp10 juta per orang dari delapan calon PTT dan Rp60 juta per orang dari calon PNS. Tarif itu ditetapkan oleh Nur Hasanah, termasuk yang mencari orang yang ingin dibantu menjadi pegawai Pemprov Kepri. Total hasil penipuannya diakui Rp380 juta. Uang itu digunakan sebagai biaya operasional Sekretariat Pemprov Kepri dan sudah dihabiskan membantu dana ormas dan LSM. (Zul)

 

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.