Tingkatkan Pengamanan Jelang Pemilu,Polres Natuna Gelar  FGD.

Natuna(MR)- Menjelang perhelatan Akbar,Pemilu serentak 17 April  2019 Kepolisian Resort Natuna, terus berupaya melakukan berbagai kegiatan,sipatnya menghimbau kepada masyarakat, agar selalu menjaga ketertiban dan kedamaian, serta menjaga perpecahan antar sesama, demi terwujudnya Pemilu Damai di  NKRI, khususnya di Kabupaten Natuna.

Kapolres Natuna  lewat Wakapolres  Kompol Renan,terlebih dulu menyampaikan permohonan maaf, karena Kapolres AKBP Nugroho Dwi Karyanto  tidak bisa hadir  dalam diskusi FGD , berhubung ada tugas, tidak bisa ditinggalkan di Polda Kepri.

Polisi Bunga satu itu mengatakan, adapun tujuan dilaksanakannya Forum Grub Discussion (FGD), untuk menjamin keamanan saat pelaksanaan Pemilu serentak 2019 mendatang.

Sesuai dengan tema  “cegah dan tangkal hoax radikalisme,pro kekerasan dan intimidasi,dalam mewujudkan  Pileg dan Pilpres, aman damai dan tentram, forum Grub Discussion, mampu membantu menyebarkan, menjaga dan menangkal paham paham radikalisme  tersebut. Harapan Kami para tokoh agama tokoh masyarakat dan seluruh hadirin, kiranya dapat membantu menjaga, menyebarkan penangkalan paham Radikalisme,Hoax dan kekerasan, ujar Kompol Anan.kamis 14/03 bertempat di aula Hotel Natuna.

Sementara itu,Ketua M.U.I, Mustafa, dalam sambutannya mengatakan, isu isu akan merusak bangsa ini sejak dulu sudah ada. Kejadian juga ada. Semoga di Natuna tidak terjadi   dan  aman aman saja. Meski demikian Kita semua tidak bisa lalai.Semua pergerakan yang mencurigakan harus diantisipasi sedini mungkin. Tapi yakinlah berkat kebersamaan dan toleransi ummat beragama isu itu bisa kita tangkal bersama.mari kita bersama jika ada kabar hoax agar bersama sama melakukan klarifikasi sehingga tidak merembet .

Sementara itu, Wakil ketua III Baznas, Said Riduan Idris, dalam pemaparannya mengatakan, diharapkan perkumpulan seperti ini bisa berkelanjutan. Jujur selama 17 tahun belum pernah jadi narasumber. Tetapi untuk menghadapai ummat saya sudah biasa. Namun tujuan  diskusi ini, tidak lain agar pemilu April mendatang damai dan tentram. Radikalisme adalah semua orang yang membuat kekerasan.Jadi siapapun bisa disebut Radikalisme. Radikalisme terjadi ketika seseorang tidak mendapat keadilan.Baik bidang sosial, hukum dan ekonomi. Maka dalam dirinya akan muncul radikal.ucap Said Riduan.

Ustad  khusnul  qhuluq Mesjid Nurul Salah dalam pemaparannya, mari perkuat agama kita, agar tidak terpengaruh terhadap paham paham radikal yang akan merusak iman kita. Faham radikal secara terang terangan memusuhi Pemerintah yang sah. Maka mereka berusaha merusak dan menghancurkan tatanan Negara ini.Untuk itu tujuan kita untuk mencuci otak mereka agar kembali kejalan yang benar.

Kasat Intel Polres Natuna Iptu Swis Wolstan,selaku moderator, menghimbau agar hadirin semua mampu menyebarkan kedamaian dan kesejukan bagi masyarakat luas, serta mampu menangkal hoax dan radikal.

Kami mengundang tokoh agama, tokoh masyarakat para camat, dan kades Tujuannya ingin pemilu aman. Dengan Harapan tidak percaya dengan berita Hoax , akan memecah belah Bangsa ini. Mari Kita bersama sama mensosialisasikan kepada masyarakat agar berita berita hoax tidak langsung ditanggapi.

Ketua penyelenggara Iptu Sugiono, selaku Kasat Binmas. (pembinaan masyarakat) Polres Natuna mengatakan, kegiatan ini merupakan giat  Polres Natuna menjelang Pemilu. Dalam giat ini, ada Disebut Operasi Pemilu(Operasi mantap Brata) termasuk sosialisasi dan Operasi Satgas Nusantara. FGD ini merupakan bagian dari Operasi Satgas Nusantara, ucapnya.

Sementara Hamka peserta dari  kecamatan Bunguran Tengah, dalam dialognya mengingatkan agar  kita tidak lupa dengan hibralisme dan eteisme. Munculnya radikalisme karena ada ketidak Adilan. Ditambah  kepentingan pemilu bagi orang orang tertentu. Untuk itu diminta aparat hukum agar jeli, dalam melakukan penindakan. Agar tidak menimbulkan permasalahan baru. Kami minta Polres Natuna sering melakukan pendekatan dengan masyarakat.Agar semakin dicintai dan dihormati bukan ditakuti

Menanggapi hal tersebut diatasi Kasat Reskrim Polres Natuna mengatakan, sesuai instruksi Kapolri, tidak adalagi polisi sangar. Saat ini kepolisian resor Natuna sudah berbaur dengan masyarakat, dengan menempatkan Babinkamtibmas didesa-desa. Lewat Jumat keliling  Polisi selalu menyampaikan harapan agar selalu menjaga ketertipan dan keamanan. Bahkan Polres Natuna juga menyiapkan perpustakaan keliling agar anak anak dan masyarakat semakin cinta dengan Polisi.
Polisi mitra masyarakat.
ucapnya/Roy.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.