Tidak Konfirmasi, Oknum Wartawan Harian Radar Bolmong Akan di Laporkan Ke Dewan Pers

oknumKotamobagu, (MR)
Oknum wartawan ,yang bekerja di salah satu media harian Radar Bolmong telah melakukan penulisan berita tanpa bukti. Sehingga, salah satu kepala sekolah (kepsek) di wilayah SMA NEGERI 1 KOTAMOBAGU yang merasa dirinya dicemarkan dan akan membawa ke dewn pers, bahkan jalur hukum demi keadilan. Padahal kode etik seorang jurnalis telah di atur di undang-undang,sebagaimana yang tertera di Pasal 8. Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani.

Penafsiran: a. Prasangka adalah anggapan yang kurang baik mengenai sesuatu sebelum mengetahui secara jelas; b. Diskriminasi adalah pembedaan perlakuan.
“Saya sangat shock dan kanget saat membaca berita tentang diri saya, kok tiba-tiba saya ada di koran tanpa konfirmasi dulu, dan saya disebut kepala sekolah yang tidak benar. Saya juga difitnah melakukan tidak transparan tentang pengolahan uang komite. Mana buktinya? kata , Kepsek SMK NEGERI 1 Kota-Kotamobagu kepada pihak media

Ia mengatakan, atas nama pribadi dan keluarga besarnya, ia tidak terima dengan pemberitaan tanpa bukti ini. Kalau memang ada bukti, dirinya siap dibawa kejalur hukum dan dipenjara kalau memang ada bukti yang jelas.
“Saya tidak pernah punya musuh dengan wartawan apapun, saya selalu wellcome dengan siapa saja, saya juga heran dengan oknum wartawan yang satu ini. Kok seenaknya saja main tulis tidak memikirkan dampak moral dan tanpa ada tanya jawab dengan saya,” tuturnya. Seharusnya, kata dia, si wartawan harus konfirmasi dan ada alat bukti yang bisa dipertanggungjawabkan sesuai isi berita yang dimuat.

“Kan ada kode etik wartawan. Saya akan laporkan berita ini ke pihak dewan pers karena telah melakukan pencemaran nama baik saya dan keluarga besar sma 1 kota kotamobagu,”ujarnya.
Ia menambahkan, bila si wartawan tersebut tidak minta maaf kepada dirinya dengan cara memuat berita klarifikasi dalam waktu dekat ini, maka akan dilaporkan. “Saya tidak main-main, saya dan keluarga saya siap membela harga diri sampai kemanapun. Harga diri tidak boleh ditawar-tawar,” katanya.

Hj Nursiati Pobela , pencemaran nama baik mengatakan, benar kami keluarga besar tidak terima dengan pemberitaan ini. Jelas ini pencemaran nama baik yang disegaja oleh oknum wartawan tersebut.
Tidak ada satu orang pun yang kebal hukum. Saya harapkan oknum wartawan tersebut segera melakukan perbaikan berita dan memuat berita ulang, kami akan somasi media tersebut,” ungkapnya. >>Neni

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.