mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Tertangkap Curi Burung, Oknum PNS UPT Pendidikan Wonosobo Terancam Masuk Bui

Published on Nov 21 2017 // Investigasi-Report

Tanggamus, (MR) – Ulah oknum Pegawai Negri Sipil (PNS) ini sungguh tak patut ditiru, seorang Pegawai Negeri Sipil atau yang kini disebut Apartur Sipil Negara (ASN), patutnya menhadi contoh bagi masyarakat dan generasi penerus Kab Tanggamus bukan sebaliknya,ulah HE (38) semakin menambah panjang daftar hitam oknum ASN bermasalah. Pasalnya staf di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus itu, tertangkap tangan warga usai mencuri burung Cucak Hijau milik Yurizal (64) di Pekon Kutadalom, Kecamatan Gisting, Jumat (17/11) pukul 16.00 WIB.

Kapolsek Talangpadang AKP Yoffi Kurniawan membenarkan perihal warga Pekon Bandarsukabumi, Kecamatan Bandarnegeri Semuong yang dipergoki warga. Saat ini, HE sudah diamankan di mapolsek setempat guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Beruntung HE tak sempat merasakan bogem mentah massa. Lantaran sesaat setelah tertangkap tangan, Kaur Bin Ops (KBO) Satuan Lalu Lintas Iptu. Tajuddin dan Kasubbag Humas Polres Tanggamus Iptu. Yul Martin melintasi kerumunan massa.

“Saat massa berkerumun, kebetulan ada dua perwira melintas di lokasi. Setelah memberikan arahan pada massa, kedua perwira berhasil membujuk massa untuk menyerahkan HE ke kami. Dan kami terima sekarang kami tindaklanjuti,” ujar Yoffi Kurniawan, mendampingi Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, saat dikonfirmasi via ponsel Minggu (19/11) petang.

Kapolsek sendiri baru mengetahui bahwa HE ternyata adalah seorang PNS setelah identitasnya diperiksa penyidik. Saat tertangkap tangan oleh warga, HE seorang diri.

“Ya benar, HE adalah seorang PNS. Tapi kami belum tahu pasti PNS di mana dan bagian apa,” ujar kapolsek lagi.

Dia menjelaskan, berdasarkan keterangan korban, pencurian tersebut diketahui seusai si empunya burung menunaikan Solat Azhar di masjid samping rumahnya. Korban melihat kadang burungnya sudah dibawa oleh pelaku.

“Sangkar berisi burung yang nilai jualnya cukup tinggi itu, oleh pemiliknya digantung di garasi showroom mobilnya. Mengetahui sangkar dan burungnya dibawa HE, lantas korban meminta bantuan warga mengejar pelaku dan berhasil diamankan tidak jauh dari tempat kejadian perkara,” beber Yoffi.

Ternyata sebelum diamankan warga, HE sudah membawa satu ekor burung lagi jenis Air Mancur. Ditambah satu ekor burung lagi yang baru saja diambil dari garasi showroom Yurizal. Dua ekor burung beserta sangkarnya tersebut kini menjadi barang bukti.

“Turut diamankan juga satu unit sepeda motor Honda BeAT warna hitam yang digunakan HE beraksi. Guna penyidikan dan pengembangan lebih lanjut, saat ini HE berikut semua barang bukti kami amankan di Mapolsek Talangpadang,” tegas Yoffi.

Dihubungi via seluler,Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Wonosono Suroso membenarkan, HE adalah seorang PNS di bagian surat-menyurat.

Sebagai atasan, Suroso sangat terkejut saat dikonfirmasi perihal HE yang tertangkap tangan warga dan diamankan di Mapolsek Talangpadang sejak Jumat sore. Apalagi lantaran HE diduga mencuri burung.

“Saya baru tahu ini Mas. Pantes saja kemarin sore ayahnya HE ini mencari saya. Mungkin ada kaitannya dengan masalah yang terjadi pada anaknya (HE). Ya kami hanya bisa memasrahkan persoalan ini pada kepolisian,” ujar Suroso.

Dia mengaku, kurang mengetahui sudah berapa lama HE bertugas di UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Wonosobo. Sebab, Suroso sendiri baru tujuh bulan ini bertugas di sana sebagai kepala UPT.

“Saat saya pindah tugas ke Wonosobo, HE sudah bertugas di sana. Selama ini perilakunya biasa-biasa saja Mas. Tidak ada yang aneh, apalagi mencurigakan. Tugas-tugasnya juga dikerjakan dengan baik. Jadi saya nggak sangka HE bisa sampai diamankan warga dan sekarang di mapolsek,” ungkap Suroso.

Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan Tanggamus Supriyanto dan Inspektur Daerah Fathurrahman menyatakan, menyerahkan perkara ini sepenuhnya pada aparat penegak hukum.

“Ya kami tunggu hasil penyelidikan polisi saja. Kalau soal sanksi, ya yang jelas sanksi pidana. Karena HE diduga mencuri,” singkat Supriyanto dan Fathurrahman via ponsel masing-masing. >>Irawan

Leave a comment