mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Terkait “Sprindik” Tiga Pimpinan KPK Ikut Diperiksa Pengawas Internal

Published on Feb 22 2013 // Berita Utama

Jakarta,(MR)

JURU Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi SP mengatakan, tim investigasi telah selesai melakukan pemeriksaan internal terkait dugaan bocornya dokumen yang diduga draft surat perintah penyidikan (sprindik) atas nama Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Rencananya, tim investigasi akan melaporkan hasil akhir pendalamannya kepada Pimpinan KPK pada malam ini (Rabu 20/2/2013-red) . “Investigasi sudah selesai dan akan disampaikan kepada pimpinan nanti malam,” kata Johan di kantor KPK, Jakarta, Rabu (20/2).

Terkait pendalaman tersebut, tim yang dibentuk dari bagian Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat (PIPM) tersebut, sudah memintai keterangan dari 10 orang, termasuk keterangan tiga pimpinan KPK.

Hanya saja, Johan mengatakan, KPK belum membentuk komite etik terkait kebocoran dokumen yang dilakukan oleh level pimpinan.

Berbeda dengan Johan, Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas mengatakan bahwa PIPM sudah mendapat tugas dari pimpinan KPK membentuk komite etik untuk melakukan penelusuran tentang kebocoran dokumen. “Komite etik kaitannya dengan PIPM, itu sudah mendapat surat tugas dari pimpinan untuk melakukan penelusuran tentang kebocoran surat yang mirip dengan sprindik itu,” kata Busyro.

Pengawas Internal (PI) KPK sudah melakukan pemeriksaan. Sayangnya, belum disebut siapa yang diperiksa. “Itu sedang diteliti PI, sudah ada yang diperiksa,” jelas Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (20/2/2013).

Busyro menjelaskan, pemeriksaan yang dilakukan tidak ada kendala. Semua sudah berjalan on the track. Diharapkan hari ini (Rabu 20/2/2013-red) bisa segera diketahui hasilnya. “Kaitannya dengan pengawas internal dengan pengaduan masyarakat. Itu sudah mendapatkan surat tugas dari pimpinan berdasarkan hasil rapat untuk melakukan penelusuran tentang kebocoran surat yang mirip dengan sprindik. Itu belum satu pekan baru 5 hari yang lalu, jadi belum selesai, mudah-mudahan hari ini, (Rabu 20/2/2013-red) selesai,” jelasnya.

Apakah ada kendala? “Nggak ada kendala sama sekali, di sini nggak ada kendala,” urainya

Seperti diketahui, pada Sabtu (9/2) beredar foto surat yang diduga sprindik untuk Anas Urbaningrum. Dalam sprindik tersebut tertulis Anas Urbaningrum selaku anggota DPR periode 2009-2014 dijerat dengan pasal penyuapan, yaitu Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Tipikor.

Tetapi, sayangnya dalam surat tersebut hanya ditandatangani oleh tiga Pimpinan KPK saja, yaitu Abraham Samad, Zulkarnain dan Adnan Pandu Praja. Sehingga, kurang tanda tangan dari dua pimpinan lainnya, yaitu Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanto.

Menyikapi tersebarnya dokumen yang dianggap rahasia tersebut, KPK membentuk tim untuk menyelidiki dugaan kebocoran dokumen dan meneliti apakah dokumen tersebut asli atau palsu. >> Mohammad

Leave a comment