mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Terkait Sengketa Garapan Bengkok BPD dan Kuwu Mangunjaya Segera Terbitkan Perdes

Published on Jan 22 2016 // Ragam

Pengamat 1 Pengamat 2Indramayu, (MR)
TERKAIT sengketa garapan tanah sawah bengkok Desa Mangunjaya Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat, untuk Musim Tanam (MT) 2015/2016, antara para Perangkat Desa yang sudah habis masa jabatannya dengan Kuwu baru, yang hingga saat ini belum ada penyelesaiannya mengundang reaksi beragam masyarakat didaerah setempat, sehingga seorang Pengamat Sosial Kemasyarakatan Angkat Bicara masalah tersebut.

Sawah bengkok itu aset Pendapatan Asli Desa (PADes), pengelolaannya berdasarkan Peraturan Desa (Perdes), sehingga Kuwu tidak sewenang-wenang melelangkan garapan sawah bengkoknya, meskipun hasil lelangnya masuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Jadi para Perangkat Desa yang sudah habis masa jabatannya dan Kuwu baru tidak perlu rebutan garapan sawah bengkok, tegas Pengamat Sosial Kemasyarakatan di Indramayu, Casmana.

Lelang garapan tanah kekayaan milik desa baik tanah bengkok dan tanah titi sara harus berdasarkan Perdes sesuai PP No.43/2014 sebagai peraturan pelaksana dari UU No.6/2014 yang mengatur Tentang Desa Pasal 110 ayat 2 menyebutkan, “ Pengelolaan kekayaan milik desa diatur dengan Peraturan Desa. Sebab itu, mulai Tahun Anggaran (TA) 2015 tanah kekayaan milik desa pengelolaan sepenuhnya menjadi wewenang desa sesuai UU No.6/2014 Tentang Desa Pasal 76 ayat 5,” ujar Casmana.

Menurutnya, tanah bengkok yang merupakan kekayaan milik desa dalam pengelolaannya harus berdasarkan Perdes sesuai dengan PP No.43/2014. Karenanya, kami menghimbau kepada rekan-rekan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Kuwu Mangunjaya, segera menerbitkan Perdes untuk menyelesaikan sengketa garapan tanah sawah bengkok antara para Perangkat Desa yang sudah habis masa jabatannya dengan Kuwu baru, ungkap Casmana, belum lama ini.

Ketua BPD Mangunjaya, Da’an, sewaktu dikonfirmasi Media Rakyat terkait sengketa garapan sawah bengkok, pihaknya mengaku belum menerima laporan baik dari para Mantan Pamong Desa maupun Kuwu Mangunjaya.

Yah dalam waktu dekat ini kami hendak menggelar musyawarah untuk mengeluarkan Perdes dalam upaya menyelesaikan sengketa garapan sawah bengkok tersebut, kami mohon dukungan semua pihak sehingga sengketa garapan segera diselesaikan, tegasnya. >>Abdullah/Mukromin

Leave a comment