mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Tentukan Kasus Wisma Atlit, Pimpinan KPK Terbelah

Published on Jan 30 2012 // Berita Utama

Jakarta,(MR)

Ketua Komisi Pemberan-tasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengakui, dalam penen-tuan dan pengambilan sikap terhadap kasus Wisma Atlet, terjadi perdebatan yang alot dan sengit di antara pimpinan. Namun, Abraham tidak merinci komposisi pimpinan yang berbeda pendapat. “Selalu ada perbedaan pendapat,” ujar Abraham di Kantor KPK, Jakarta, Kamis (26/1).

Berdasarkan sumber Koran ini, sebetulnya, saat memutus-kan kasus Wisma Atlet teruta-ma penentuan penangkapan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum dan Menpora Andi Malarangeng, terjadi pertengkaran hebat antara pimpinan KPK. Halnya, Abra-ham sudah siap mengeluarkan surat penangkapan terhadap Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng. Namun, kabar-nya pimpinan lain, yakni Busryo Muqodas dan Bambang Widjo-janto, masih tidak mau meng-ambil sikap. Puncak kemarahan Abraham terhadap wakilnya tersebut terjadi pada Senin (23/1) pada saat rapat pimpinan KPK terkait kasus Wisma Atlet SEA Games.

“Hanya saja sayang, ketika hendak menandatangani surat penangkapan itu, Abraham Samad dan pimpinan-pimpinan KPK yang lain melakukan rapat untuk menandatangani itu. Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanto justru menyarankan untuk menunda dulu penang-kapan itu. Mereka juga tidak bersedia menandatangani surat itu,” ujar sumber itu.

Abraham sampai memban-ting meja karena Bambang dan Busryo tidak mau menandata-ngani surat tersebut. Namun, ketika dikonfimasi, Abraham yang didampingi juru bicara KPK Johan Budi menampik adanya isu bahwa dirinya sebe-tulnya sudah membuat surat penangkapan Anas dan Andi. Isu tersebut, menurutnya hanyalah asumsi saja. “Itu cuma asumsi,” ujar Abraham.

Dari ekspresi atas pertanya-an itu, Abraham dan Johan tampak kaget saat ditanya terkait surat penangkapan Anas. “Astagfirullah. Tidak benar itu,” ujar Johan sambil keduanya saling pandang. “Itu hanya asumsi,” tambah Abra-ham lagi.

Abraham menegaskan, kalau ada perdebatan saat memutuskan sebuah kasus, itu tidak berarti pimpinan KPK pecah.  “Setiap ekspose perka-ra, bukan cuma Wisma Atlet, pasti selalu ada perdebatan dan perbedaan padangan itu bukan berarti perpecahan,” tegasnya.

Meski berbeda pendapat, lanjut Abraham, pimpinan tetap solid.”Tapi kami tetap solid, kompak. Kita pimpinan bukan lagi seperti sahabat tapi saudara, seperti perangko,” tegasnya.

Usai konferensi pers, para awak media mencoba mencari tahu kebenaran terkait Abraham membanting meja karena surat penangkapan Anas dan Andi tidak ditandatangani pimpinan lain. Jawaban Abraham yakni tidak membantah dan juga tidak mengakui. Hanya, matanya memandang tajam pada wartawan.”Kamu hadir ya waktu itu,” ucap Abraham singkat sambil membalikkan badan dan berlalu. >>Ediatmo/Eka/Syarif

Leave a comment