mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Tambah Dapil atau Tetap Kursi Tetap 20 Untuk Pileg 2019

Published on Dec 06 2017 // Papua Barat

Bintuni, (MR) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Teluk Bintuni melaksanakan Bimbingan Teknik (Bimtek) Tata Cara Penataan dan Penyusunan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Pemilihan Umum Tahun 2019, hal ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang dihadiri oleh Bupati Teluk Bintuni Ir.Petrus Kasihiw, MT , instansi pemerintahan, 15 partai politik ( GOLKAR, NASDEM ,PDI PERJUANGAN , GERINDRA ,HANURA , PPP , DEMOKRAT, PKS , PAN , PERINDO , PKPI , GARUDA , PIKA , PBB , dan REPUBLIK ) , perwakilan organisasi masyarakat, dan perwakilan stakeholder yang terkait dengan upaya pembangunan demokrasi dan kepemiluan di aula KPU Teluk Bintuni, Selasa (5/12/2017).

Saat di wawancarai wartawan media ini, Ketua KPU Teluk Bintuni Ahmad Subuh Refideso mengatakan, tujuan dari pada pelaksanaan sosialisasi awal ini kepada partai politik adalah agar mereka bisa mengetahui bagaimana cara penyusunan daerah pemilihan , kemudian cara alokasi kursi.

“Tapi ini belum final, karena ini baru sosialisasi awal tapi paling tidak sosialisai awal ini memberikan gambaran terutama kepada partai politk sehingga mereka bisa mengetahui dan bisa sekaligus secara internal partai melakukan hitungan-hitungan, “ ujar Ahmad.

Dilaksanakan sosialisasi awal tentang rencana pemetaan daerah pemilihan (dapil) dan alokasi kursi dalam rangka persipan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 terkait dengan itu maka, daerah pemilihan KPU Pusat masih mengacu ke Pemilu tahun 2014 yaitu daerah pemilihan (dapil) kita terbagi menjadi tiga (3) yaitu dapil 1 meliputi Distrik Babo sekitarnya, kemudian dapil 2 meliputi Distrik Sebyar, Soubgh sebagian, dan Moskona, kemudia dapil 3 yaitu Bintuni yang membawahi 4 Distrik yaitu Distrik Bintuni sendiri, kemudian Distrik Manimeri, Distri Tuhiba dan Distrik dataran Beimes.

Untuk itu maka terkait dengan dapil ini, kita sesuai dengan aturan KPU Pusat, bahwa KPU Kabupaten Teluk Bintuni hanya berwenang untuk menyusun rancangan dapil dan melakukan konsultasi publik dan mengundang stakeholder kunci termasuk Pemerintah daerah dan nanti pada tanggal 26 Januari 2018 baru bisa kita ketahui seperti apa model rancangan dapilnya nanti kalau disitu kami akan melakukan konsultasi terakhir untuk mendaptkan apa masukan sekaligus akan kami tetapkan sebagai dapil terang Ahmad.

Tapi tentunya itu akan kami usulkan ke KPU RI , melalui KPU Provinsi Papua Barat sehingga nanti pada tanggal 26 Januari 2018 baru bisa ketahui bahwa apakah dapil kita tetap 3 dapil yang alokasi kursi perdaerah masing-masing, dapil Babo sebanyak 5 kursi, dapil Sebyar Moskona sebanyak 5 kursi dan dapil Bintuni sebanyak 10 kursi dengan total keseluruhan 20 kursi untuk Legislatif di Kabupaten Teluk Bintuni ataukah nanti akan mengalami penambahan dapil jelas Ahmad.

misalnya terjadi penambahan dapil maka tidak akan berpengaruh ke jumlah kursi karena sesuai dengan peraturan perundang-undangan , terutama di undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) disebutkan bahwa penduduk sampe 100.000 alokasi kursinya adalah sebanyak 20 kursi sehingga mungkin dapil akan bergeser atau entah akan bertambah seperti apa namun jumlah kursi tetap 20 untuk Pemilu 2019 tegasnya. >>Haiser Situmorang

Leave a comment