Tak Sesuai Bestek, Kantor Camat Bunguran Selatan Disidak

Natuna (MR)
Mobil  kijang warna hijau itu, meluncur kearah Cemaga 11 juli 2011. Disebelah supir, terlihat sosok lelaki setengah baya, duduk tenang , sambil memakai kaca mata hitam. Diapun berkata, meski mobil sudah tua, namun alat-alatnya baru semua, jadi tak usah takut. Kata sekretaris Komisi II DPRD Natuna Dwitra Gunawan. Cuma AC  alami, tuturnya,
Terik matahari disiang itu sangat menyengat kulit.Jam telah menunjukkan pukul 12.00 WIB. Setelah menempuh perjalanan  ±30 menit, Dwitra pun turun dari mobil.Suasana di kantor Camat bunguran selatan, terlihat sepi, hanya beberapa pegawai yang tampak di lokasi. Tanpa dikomando, salah satu staf kantor Camat menghampiri, dan berkata Bapak sedang keluar ada acara di hotel Kaisar kata Indra, salah satu staf kecamatan.

Dwitra gunawan pun mengelilingi lokasi kantor Camat. Sesekali Ia, mengecek  laporan masyarakat tentang pintu kantor  terbuat dari triplek tipis. Bahkan beberapa plapon kantor  dan lantai  tidak luput dari pengecekan. Ini tidak benar, bangunan sebesar ini pintu dari triplek, “Saya pastikan proyek ini belum selesai seratus persen. Cat dinding, tak memakai cat dasar.Kita minta pintu semua diganti, masa proyek milliyaran pintu dari triplek” katanya.

Jika dilihat dari hasil pekerjaan, dapat dipastikan tukangnya tidak profesional, kita mau pertanyakkan ini kepada Kadis PU. Proyek , tahun 2010, pasti sudah dibanyar 100 persen. Sementara pekerjaannya dapat dipastikan belum selesai finishing. Oleh karena itu diminta kontraktor segera menyelesaikan pekerjaan, jika tidak  akan kita serahkan kepada aparat hukum  untuk di pemeriksa.

Indra sebagai staf kantor camat, ketika hendak dikomfirmasi ia tidak dapat berkomentar. Menurutnya, semua petinggi kantor Camat sedang berangkat ada tugas.Saya tak dapat berkomentar, Kantor camat sudah diserahterimakan, Ya beginilah kenyataannya.

Sementara itu, PPTK  pembangunan Puskesmas Bunguran Selatan, Erzan ST, mengatakan pembangunan Puskesmas tidak ada masalah memang itulah speknya. Buktinya sudah kita serahterima, tak ada yang komplin, tidak ada masalah soal itu  kata nya mengulangi. Seperti dilansir dari salah satu mingguan lokal.

Lain halnya dengan  Marka. Camat Bunguran Selatan  itu mengatakan, mau tak mau terima tak terima harus kita ambil. Mengingat kebutuhan kantor sangat perlu maka, tidak ada jalan kita harus  mau saat kantor mau diserahkan. Beda dengan kecamatan lain, mereka ada kantor.

Hasil penelusuran di lapangan  bersama sekretaris komisi II, membenarkan  bagunan kantor camat pintu terbuat dari triplek, sementara lantai dasar masih ada belum diplester.Plapon sudah ada yang rusak, usut punya usut, ternyata proyek  1,2 millyar lebih ini, pekerjaan disubkontrakkan. Artinya pemenang tender  menjual lagi proyek kepada pihak ketiga.Dengan demikian pekerjaan proyek tidak maksimal. Usai melakukan sidak  Dwitra Gunawan  pulang ke kantor. Ia berencana akan memanggil Kadis dan PPTK, untuk memastikan apakah spek pintu bangunan memang demikian, kata Dwitra.

Mengenai isu beredar, tentang  bahasa kita tidak berani melakukan sidak itu tidak benar, permasalahan belum ada waktu yang tepat untuk melakukannya.Benar salahnya pekerjaan, tergantung penyelidikan aparat hukum,tutur Dwitra. (Roy)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.