mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Tak Ingin Mati Konyol Urus Asuransi

Published on Aug 08 2017 // Natuna Membangun

Natuna, (MR)
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Wahyu Nugroho lewat Kasi perlindungan nelayan mengatakan, Sejak diterapkannya Natuna jadi pusat sentral perikanan oleh pemerintah Pusat, kesejahtraan nelayan di indonesia khususnya Natuna mendapat perhatian yang sangat serius.

Bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap nelayan telah banyak memberikan bantuan alat tangkap ikan kapal, sekaligus dikeluarkannya kartu nelayan dan premi asuransi.

Kata Srie Dewi Indriani, untuk itu Pemerintah Daerah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan telah menyurati seluruh desa, agar para nelayan mau mengurus administrasi asuransi bagi dirinya. Sebab jika tidak, maka nelayan tersebut tidak bisa mengklaim sebagai penerima asuransi jika terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.

Hari ini ada 5 orang yang mengklaim asuransi mati secara alami. Artinya mati bukan dilaut, melainkan di darat, mereka tetap di berikan asuransi sebesar 160 juta kepada keluarganya.

Sedangkan yang meninggal di laut kemarin tidak bisa mendapatkan klaim, karena belum masuk Asuransi. Hal ini sangat kami sayangkan, minat nelayan Kita minim terhadap asuransi, padahal itu sangat perlu. Kita hanya menyuruh mereka melengkapi administrasi saja, bayar asuransinya Pemerintah. Kurang enak apalagi, kalau sudah dilengkapi, jika terjadi sesuatu, ada yang ditinggalkan buat keluarga.

Sebagaimana yang telah ditetapkan untuk meninggal di laut mendapat klaim asuransi 200 juta. Cacat tetap 100 juta biaya pengobatan 20.000/ tahun, ini berlaku tahun 2016 lalu.

Tahun 2017 ada perubahan yaitu kematian di laut 200 juta, meninggal alami umur 17-45 Rp. 160 juta, umur 46-55 Rp. 40 juta, umur 55-65 Rp. 20 juta.

Tahun ini Natuna dapat kuota asuransi nelayan 2000 orang, namun sampai hari ini baru puluhan orang yang sudah mengutus. Ini sangat ironi padahal semuanya gratis untuk iuran bulanan Pemerintah yang bayar. Kami juga tidak tahu apakah himbauan itu sudah sampai kepada nelayan atau tidak.

Berbeda dari tahun 2016, dari 900 premi asuransi yang diberikan, yang mendaftar sejumlah 1706. Intinya, kalau ingin mendapat klaim asuransi segala persyaratan harus diurus, agar tidak mati sia-sia, ucapnya. >>Roy

Leave a comment