SMP Islam Terpadu Nurul Hasan Kota Ternate Tidak Kalah Bersaing Dengan Lembaga Pendidikan Lainnya

Ternate, (MR)
Keberadaan Lembaga Pendidikan Islam Terpadu Nurul Hasan Kota Ternate, terbilang mengalami kemajuan yang luar biasa. Didirikan pada tahun 2004, dalam perkembangannya sampai 2018 telah menghasilkan lulusan (output) yang tidak saja melanjutkan studinya di dalam negeri, tapi bahkan keluar negeri, seperti Mesir, Sudan dan Italia.
Nama Nurul Hasan diambil dari nama orang tua KH. Abdul Gani Kasuba, Lc. (sekarang Gubernur Maluku Utara) dan Hi. Muhammad Kasuba (Mantan Bupati Halmahera Selatan). Kedua tokoh ini adalah pendiri sekaligus pengurus, ketua yayasan Pendidikan Islam Terpadu Nurul Hasan. Nurul adalah nama Ibunda Gani Kasuba dan Muhammad Kasuba, sementara Hasan adalah nama ayah mereka.
Diwawancarai Media Rakyat, Kepala Sekolah SMP Islam Nurul Hasan, Drs. Sadik Abdullah, menjelaskan dalam setiap tahun ajaran animo calon siswa untuk mendaftar kesini jumlahnya sangat signifikan dan melampaui kuota yang telah ditetapkan oleh sekolah. Tahun 2018 misalnya ditetapkan 4 rombel untuk calon siswa baru, atau kuotanya berjumlah 130 siswa, namun yang memilih dan mendaftar ke sekolah ini adalah 250 calon siswa.
“Animo calon siswa masuk ke Lembaga Pendidikan Islam ini baik SD, SMP maupun SMA cukup tinggi, namun kita telah menetapkan kuota berdasarkan keputusan bersama pihak yayasan dan sekolah juga aturan Dapodik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Selain ruang kelas yang tersedia sudah cukup, ada juga kriteria yang harus kita buat untuk setiap pendaftar, diantaranya harus mengikuti seleksi berkas, harus mengikuti seleksi tes wawancara yang diikuti calon siswa dan orang tua siswa,” papar Sadik Abdullah.
Dari aspek pembelajaran, menurut mantan guru SMKN 1 Ternate ini, ada muatan khas yang sesungguhnya menjadi icon pembelajaran di Lembaga Pendidikan Islam ini, yakni ada mata pelajaran Tahfidz Qur’an, kemudian sejarah kebudayaan islam, bahasa Arab dan pembinaan khusus (malam pembinaan iman dan takwa).
Selain itu ada shalat Dhuha, shalat Dzuhur dan Ashar, ada pembiasaan Marajuah Qur’an dan Kultum. Pembelajaran khusus ini juga didukung dengan tenaga edukatif yang memiliki disiplin ilmu yang linear dengan mata pelajaran yang diajarkan. Adapun tenaga pengajar keseluruhan berjumlah 29 guru, terdiri dari 9 guru PNS, sisanya memiliki SK Yayasan.
Dari sisi prestasi, SMP Islam Terpadu Nurul Hasan tidak kalah bersaing dengan sekolah Madrasah lainnya bahkan sekolah umum. Fakta ini menepis anggapan bahwa sekolah umum lebih unggul dan lebih diminati oleh calon siswa, ternyata itu belum tentu benar. Selain itu Lembaga Pendidikan Islam ini, di tahun 2015 sempat meraih piagam penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pimpinan Anis Baswedan (sekarang Gubernur DKI Jakarta) dalam aspek kejujuran dalam Ujian Nasional (UN). >>Ateng

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.