Sengketa Kepemilikan Sebidang Tanah Sawah di Mangunjaya Akan Segera Terselesaikan

Kab. Indramayu, (MR)
AL-Marhum Wastam, bertempat tinggal terakhir di Desa Mangunjaya Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat, yang meninggal dunia pada 16 November 2014. semasa hidupnya AL-Marhum Wastam pernah menikah dengan 3 orang wanita, dan dari pernikahannya AL-Marhum Wastam mempunyai 4 anak serta diantaranya memiliki peninggalan sebidang tanah sawah.
Dalam pernikahannya dengan wanita bernama Darjem, AL-Marhum Wastam mempunyai 2 orang anak perempuan bernama Suniti dan Tarwi, dalam pernikahannya dengan wanita bernama Carmi, AL-Marhum Wastam mempunyai seorang anak laki-laki bernama Carsa, dan pernikahannya dengan wanita bernama Askem, AL-Marhum Wastam mempunyai seorang anak perempuan bernama Rokenih.
Sutini, seorang ahli waris AL-Marhum Wastam, yang bertempat tinggal di Desa Mangunjaya, kepada Wartawan Media Rakyat Biro Indramayu menyebutkan, sebidang tanah sawah peninggalan AL-Marhum Wastam yang terletak di Desa Mangunjaya, masih dalam proses hukum di Pengadilan Negeri (PN) Indramayu, dan belum tertuang dalam Berita Acara Akta Pembagian Hak Bersama (APHB).
“Kami merasa optimis proses hukum di PN Indramayu, segera mempercepat penyelesaian sengketa kepemilikan sebidang tanah sawah peninggalan AL-Marhum Wastam, yang terletak di Desa Mangunjaya tersebut, sehingga tidak ada pihak ahli waris yang merasa dirugikan.
Karenanya, kami bersedia menanda tangani Berita Acara untuk penerbitkan Akta Pembagian Hak Bersama,” ungkap Sutini, Jumat siang.
Terkait sengketa kepemilikan sebidang tanah sawah harta benda peninggalan AL-Marhum Wastam, Wartawan Media Rakyat Biro Indramayu, menghubungi Da’an, seorang Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Indramayu. melalui Ponselnya dia membenarkan keterangan tersebut. “Sutini, Tarwi, Carsa dan Rokenih adalah ahli waris AL-Marhum Wastam,” tegasnya. >>Mukromin

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.