Sekwan Batam Layak Digusur?

Batam,(MR)
TERKAIT Dana Operasional (DO) dan Tunjangan Komunikasi Intensif (TKI) yang telah pernah diterima para pimpinan dan anggota DPRD, Sekretaris Dewan Marzuki, diduga tidak transparan. Bahkan yang bersangkutan terkesan tidak tenang dan kurang bersahabat, resah dan gelisah serta gugup, ketika dirinya disinggung pertanyaan yang berkaitan dengan masalah tersebut seolah tidak bersedia memberi jawab secara gamblang dan tidak mau ada yang mengungkit-ungkit nasib dana yang jumlahnya mencapai milyaran rupiah tersebut.
Perlu diketahui bahwa Dana Operasional (DO) DPRD Batam yang besarnya mencapai Rp.332.010.000,00 (Tiga ratus tiga puluh dua juta sepuluh ribu rupiah) dan Dana Tunjangan Komunikasi Intensif (TKI) yang berjumlah Rp 2.891.700.000,00 (Dua milyar delapan ratus sembilan puluh satu juta tujuh ratu ribu rupiah) tersebut, bila dijumlahkan menjadi Rp.3.223.710.000,00 (Tiga milyar dua ratus dua puluh tiga juta tujuh ratus sepuluh ribu rupiah), harus dikembalikan ke kas daerah dan itu adalah tugas Sekwan untuk menagihnya sesuai dengan rekomendasi BPK-RI.
Sesuai rekomendasi BPK-RI bahwa Sekwan DPRD Batam harus melakukan upaya yang optimal untuk meminta pengembalian DO dan TKI dari pimpinan dan anggota DPRD dan harus menagih kepada anggota DPRD yang telah berakhir masa tugasnya karena PAW untuk segera mengembalikan TKI ke kas daerah. Jelas disebutkan di sini bahwa Sekwan lah yang diperintahkan untuk menagih dana dana yang jumlahnya cukup lumayan tersebut.
Sikap Sekwan yang tidak transparan dalam menjawab masalah itu, justru memunculkan Tanda Tanya besar ada apa ini ? Sekwan diharapkan bersikap jujur apapun alasannya dan resikonya dalam memberikan penjelasan, agar tidak menimbulkan kesan negatif bagi para wakil rakyat yang bersangkutan. Andaikata sudah lah lunas para dewan semua, maka masyarakat patut bersyukur karena mempunyai wakil rakyat yang bertanggung jawab. Andaikata belum lunas pun sudah pasti kalau ada niat tentu ada jalan, dan pada yang tidak bersedia untuk melunasi atau mengembalikan, itu wallahu’alam saja, yang penting Sekwan harus tetap menjalankan tugas yang diembannya dengan baik dan bertanggung jawab.
Melalui ponselnya Waka I DPRD Kota Batam Ruslan Kasbulatov SH, menjelaskan bahwa Sekwan DPRD Batam telah memotong gajinya demi melunasi dana TKI tersebut. Kalau memang benar adanya sikap Ruslan begitu, maka sikap Ruslan tersebut patut diacungi jempol artinya yang bersangkutan masih bisa dibilang bertanggung jawab sebagai wakil rakyat dalam usaha pengembalian dana TKI tersebut. Hal ini perlu dicontoh bagi para dewan lain dengan catatan ada niat ada jalan walaupun dengan potong gajinya. Begitu pula dengan Waka III Aris Hardi Halim yang menyatakan bahwa tidak benar kalau dirinya belum lunas atau belum mengembalikan dana TKI tersebut.
Ketika dimintai tanggapannya mengenai hal tersebut di atas, seorang aktivis Batam, Andi Sultan Timur, menanggapi panjang lebar dengan penuh semangat bahwa: “ Sebagai seorang Sekwan, Marzuki, sangatlah tidak cocok dan tidak bertanggung jawab, apabila menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan lunas tidaknya dana TKI oleh para dewan tersebut, dengan cara yang asal asalan saja, alias bicara sekenanya. Berarti omongannya tidak berdasar. Sekwan harus menjawab dengan pas, sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan, “Sekwan tetap harus berupaya menagih dana-dana tersebut, terkait mereka masih duduk sebagai dewan atau tidak, yang mana dana-dana tersebut harus di kembalikan dan dikembalikan ke kas daerah. Walaupun itu Dana Operasional dan TKI DPRD Periode 2006. Jangan dikira masyarakat Batam sudah lupa dengan nasib dana-dana tersebut, dan kalau memang Sekwan tidak mampu melaksanakan tugas dengan baik dan bertanggung jawab, ya mundur saja,” kata Andi dengan nada tinggi. “Atau singkatnya sekwan Batam Marzuki layak di gusur,” kata salah seorang aktivis perempuan yang tidak mau disebutkan namanya dan langsung di aminkan oleh para anggotanya.
Bagaimana tentang nasib dana yang jumlahnya milyaran rupiah tersebut dan bagaimana juga tanggapan dari beberapa dewan dan para aktivis kota Batam lainnya. Tunggu saja kabar berikutnya. >> Ndoro Ayu, Ganda, English

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.