mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

SDN Tengger Kidul Melahirkan Insan Cerdas Berkarakter

Published on Dec 12 2017 // Pendidikan
Kediri, (MR)
Anak wajib mengenyam pendidikan dasar 6 -12 tahun. Untuk itu pendidikan dasar yang berkualitas, bermutu dalam pembelajaran adalah hal sangat perlu ditingkatkan baik dibidang pembentukan karakter anak, serta bidang pelajaran ditingkat dasar. Pendidikan dasar merupakan awal penanaman karakter dalam perkembangan. Ini dibutuhkan Karena anak-anak sebagai generasi penerus bangsa yang sangat dibutuhkan sebagai tumpuan masa depan negara.
SDN Tengger Kidul secara optimal berjuang memandaikan anak, demi kemajuan siswa, disamping karakter anak, kenyataannya lembaga ini dalam kemajuan siswa sangat kelihatan, dibanding sebelumnya. Terbukti prestasi yang diraihnya yaitu dapat juara 1 lompat jauh sekabupaten Kediri, dan selanjutnya mewakilinya ke tingkat Propinsi yang diselenggarakan di Lumajang. Dibidang keagamaan juga menjuarai tingkat kecamatan. Ini Suatu pencapaian yang patut diapresiasi oleh warga sekolah (tenaga pendidik, peserta didik, orang tua).
Untuk program pendidikan karakter wajib dilaksanakan setiap institusi pendidikan, seperti SDN Tengger Kidul. Basori,S.Pd (Kepsek.) menjelaskan, “untuk mensukseskan pendidikan karakter kami berharap para Guru bisa sebagai teladan bagi Anak-anak, oleh karena itu seorang pendidik harus mampu memperlihatkan, dan menunjukkan sebagai seorang yang patut didengar, juga diikuti. Tugas Guru tidak hanya sekedar menyampaikan materi saja, namun lebih mendasar, bagaimana seorang Guru menjadi inspirasi yang dapat menambah kehidupan anak lebih baik,” paparnya.
Kepercayaan masyarakat yang semakin baik tentu menjadi kelegaan tersendiri bagi lembaga ini. Ketika itu sempat ada kabar bahwa nanti seandainya rekrutmen anak tidak ada peningkatan maka seterusnya SDN  dimejer dengan SDN yang lain (Tengger 1), Sehingga SD berjuang untuk bisa mencapai peningkatan. Alhamdulillah pada akhirnya berjalan sesuai target, sehingga tetap berjalan sampai sekarang, dan terus maju.
Karena masyarakat Desa Tengger mayoritas muslim, maka Anak-anak SDN Tengger kidul 2 selalu menyesuaikan penekanan di spiritual agamanya. Bahkan sekalipun Pendidik dalam menghukum siswapun juga menerapkan keagamaan untuk pembelajaran sisiwa. Seperti contoh ada siswa yang berkata, dan bersuara kotor harus membaca Istigfar 100 kali. Merupakan pembentukan karakter yang mengena untuk para peserta didik. >>Ags

Leave a comment