mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Sangadi Solimandungan Baru Tidak Ada Transpasansi Kepada Masyarakat, Terkait Penggunaan Dana Desa

Published on Sep 22 2016 // Berita Utama

dana-1 dana-2Bolmong, (MR)
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Lewat BPMD telah menyalurkan Dana Desa di setiap desa yang ada, namun pelaksanaan dana desa tersebut masih menuai masalah di lapangan. (13-09-2016).

Ini terlihat dengan berbagai pembangunan di desa-desa tersebut masi banyak PR bagi desa itu sendiri, dikarenakan ada beberapa desa yang melaksanakan Anggaran dana desa tahap 1 tahun 2016 belum sesuai harapan masyarakat.
Dari hasil investigasi lapangan tim MediaRakyat beserta beberapa media dan Lembanga pengawasan Forum Bhayangkara Indonesia(FBI) telah mengambil sampel di lapangan sesuai laporan dari masyarakat yang tak mau di beritakan, yaitu desa Solimandungan Baru Kecamatan Bolaang.Kabupaten Bolaang Mongondow,SULUT “mengatakan bahwa pemerintah desa tidak pernah mengadakan pertemuan dengan masyarakat terkait pembangunan di Desa dan tak di hadiri oleh beberapa aparatur desa yang terkait sehingga banyak masyarakat bertanya-tanya penggunaan dana desa tersebut”. Bahkan ada beberapa aparat desa yang sengaja tak di undang oleh pemerintah desa, yang lebih parah lagi Bendahara desa bukan dari masyarakat tetapi anaknya sendiri di kuasakan sebagai tim pelaksana proyek, sehingga masyarakat mengangap bahwa kinerja Pemerintah desa tidak transparan kepada masyarakat dan tak mau membuka diri terkait penggunaan dana desa.

Setelah di konfirmasi dengan Pemerintah desa,Kepala desanya tak bisa ditemui dikantor dan dirumahnya dengan alasan sakit dan tim hanya bisa bertemu dengan bendahara yang notabene anak dari kepala desa beserta sekdesnya, bedahara tersebut mengtakan bahwa dana untuk pembangunan desa tersebut berkisar 370 jutaan untuk 6 unit fisik MCK yang di bangun untuk tahap 1 tahun 2016, dan masing-masing MCK dengan bajet anggaran berkisar 63 jutan-/ unit.

Kata salah seorang masyarakat “ pembangunan Fisik di desa tidak ada papan informasi proyek pekerjaan di beberapa tempat, sehingga masyarakatpun merasa pembangunan tak sesuai harapan, dan yang lebih konyol lagi untuk pembangunan fisik Pemerintah desa tersebut membongkar bangunan milik Dinas pertanian provonsi yang berada di tengah masyarakat dan dibangunkan WC umum ADD. “Mau jadi apa desa kami pak kata salah seorang masyarakat yang tak mau di beritakan namanya”. >>Neni

Leave a comment