mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Rp 261,9 Milyar Untuk Penambahan di APBD-P Anambas

Published on Aug 09 2012 // Ragam

Anambas,(MR)
PEMERINTAH Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) mengajukan penambahan dana sebesar Rp.261,92 Milyar dalam sidang paripurna penyampaian rancangan perubahan KUA dan perubahan PPAS, P-APBD KKA tahun anggran 2012, Rabu (25/07). Dengan diajukannya penambahan tersebut maka APBD-P KKA akan bertambah menjadi Rp.1,152 Triliun, dari sebelumnya Rp.1,102 Triliun.
Menurut data yang dipaparkan oleh Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris,SH. pengalokasian dana tersebut akan dibagi menjadi 33,39% untuk belanja tidak langsung serta 66,61% untuk belanja langsung. “Kita menggunakan prinsip APBD sehat sehingga pengalokasiannya lebih banyak berpihak kepada rakyat, yakni Rp.767,546 Milyar atau 66,61%,” ujar Haris.
Pengajuan penambahan tersebut dianggap masih bisa diakomodir oleh pendapatan daerah KKA, Halnya ada beberapa perubahan yang terjadi dalam pendapatan KKA yang awalnya direncanakan hanya sebesar Rp.802,387 Milyar, bertambah menjadi Rp.890,4 Milyar atau mengalami kenaikan sebesar Rp.41,74 Milyar. Selain itu Silpa KKA yang semula diperkirakan mencapai Rp.315 Milyar, juga mengalami perubahan. Setelah hasil audit BPK keluar, diketahui Silpa KKA menjadi Rp.278,92 Milyar.
“Jika total perubahan estimasi penerimaan daerah ditambah Silpa maka didapat angka Rp.1,169 Triliun. Artinya proyeksi belanja dan pembiayaan APBD-P tidak mengalami deficit atau kekurangan anggaran,” papar Haris.
Haris juga memaparkan bahwa perubahan APBD yang dilakukan ini disebabkan beberapa perubahan asumsi mendasar. Diantaranya adalah untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi, perubahan asumsi pendapatan daerah terutama diperolehnya tambahan pendapatan dari dana cadangan DBH Migas tahun 2012 dan kurangnya bayar DBH SDA pertambangan Migas tahun 2011, penambahan kegiatan dan program SKPD yang disebabkan urgensi untuk percepatan pembangunan, penambahan atau pengurangan pagu anggaran yang dimaksudkan untuk efektifitas pencapaian sasaran dan target pembangunan, serta penyesuaian beberapa jenis dan objek belanja guna penghematan.
Selain itu juga disebabkan pergeseran ataupun koreksi terhadap kesalahan rekening belanja program/ kegiatan untuk kegiatan yang telah dianggarkan, rencana penambahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pengangkatan pegawai tidak tetap (PTT Khusus) bagi putra putri daerah yang berkelulusan perguruan tinggi, serta perubahan terhadap kebijakan pembiayaan daerah.
Meskipun terjadi peningkatan jumlah pendapatan, namun Haris mengaku tetap penyusunan KUA dan perubahan PPAS APBD tahun anggaran 2012 tetap berpegang kepada azas penggunaan anggaran yang efisien, efektif dan tepat sasaran dengan memegang prinsip anggaran berbasis kinerja.
“Meskipun pendapatan kita meningkat, tapi pengeluaran daerah tetap dikontrol secara ketat dengan mempertimbangkan kebijakan-kebijakan strategis yang perlu mendapat tambahan pagu anggaran,” ujar Haris.
Oleh karena itu Haris menghimbau kepada para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar tetap memegang prinsip tersebut dalam melaksanakan kegiatan pembangunan “Kepala SKPD Tetap berhemat, efisien dan cermat,” tegas Haris. >> Eichiro/ Edo

Leave a comment