mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Revolusi Mental Untuk Kebangkitan Pemuda Menuju Aksi “Satu Untuk Bumi”

Published on Nov 17 2015 // Nusantara

Nganjuk, (MR)
Itulah tema yang diangkat dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-87 yang dipusatkan di Halaman Pendopo Kabupaten Nganjuk dalam bentuk upacara bendera. Sekretaris Daerah Drs H Masduqi MSc MM bertindak selaku inspektur upacara dengan para peserta dari TNI, Polri, Korpri, Pelajar, Mahasiswa dan organisasi kepemudaan lainnya

Dalam amanatnya yang membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga, Masduqi menyampaikan bahwa tema ini didasari atas keprihatinan yang mendalam terhadap dua hal. Pertama, hari ini kita disuguhi fenomena baru tentang berubahnya pola relasi kemasyarakatan kita akibat arus modernisasi dan kemajuan teknologi informasi.

“Pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat pisau bermata dua. Satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk peningkatan kapasitas pengetahuan dan skill. Namun, pada sisi yang lain membawa dampak negatif. Informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya tanpa dapat kita bending dengan baik. Lahir generasi baru yang memiliki pola pikir serba cepat, serba instan, lintas batas, cenderung individualistic dan pragmatic” kata Masduqi.

Sedangkan keprihatinan kedua adalah terkait fenomena pengelolaan Sumber Daya Alam yang belum sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan atau suistanability development. Masduqi juga menambahkan bahwa di sinilah gerakan Revolusi Mental yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menemukan relevansinya. Hanya dengan pembangunan karakter kita bisa kuat, tangguh dan kokoh menghadapi dampak negative dari modernisasi dan globalisasi. Melalui gerakan Revolusi Mental, kita berharap para pemuda Indonesia memiliki kemandirian untuk mengambil keputusan-keputusan terbaik secara jernih sesuai dengan akal sehat mereka, tanpa harus tergantung dari kehadiran orang tua maupun Negara di sampingnya. Sudah bukan eranya lagi pemuda diawasi, dikekang apalagi diintimidasi. Saatnya kita memberikan pendampingan, fasilitasi dan motivasi kepada mereka untuk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. >>Sabit/Hms

Leave a comment