Renovasi Ruang Kelas SDN Woromarto Tidak Sesuai Bestek ?

Kediri, (MR)

Siswanto, pemborong yang melaksanakan pekerjaan rehap bangunan kelas di SDN Woromarto membantah jika bangunannya tidak sesuai bestek, dia memperlihatkan gambar layout bangunan dari kabupaten kepada wartawan media rakyat. “ Proyek yang dikerjakan sudah sesuai prosedur baik dari kayunya ukuran beton serta dindingnya, semua sudah mengetahui baik dari komite maupun dari kades,”. menurut Siswnto, dirinya sudah menyampaikan surat kepada pihak sekolah untuk diserahkan ke kades sebagai ijin menginap di wilayah woromarto mengingat pengerjaan lebih dari sehari. berita sebelumnya:

Seperti yang diberitakan pada media rakyat edisi 254 tentang renovasi ruang sekolah yang berada diwilayah keca-matan Purwosari Kediri, pem-bangunan tersebut menuai protes dari Kades Woromarto Murtaji. Pasalnya dalam mela-kukan kegiatan pembangu-nannya, Kades Murtaji tidak diberitahu oleh pihak sekolah yang kebetulan rumah Kades berada didepan sekolah tersebut tidak itu saja, komite sekolah juga  tidak diberitahu.

Saat wartawan koran ini konfirmasi kamis (1/12) ke SDN Woromarto, disayangkan kepala sekolah tidak ada di tempat, melihat pembangunan renovasi ruang kelas tidak terlihat adanya aktifitas pembangunan alias sepi. Pekerjaan rehap bangunan kelas di SDN Woromarto diduga tidak sesuai bestek, pada hal sedangkan untuk anggaran  sekitar 90 jutaan untuk setiap sekolah.

Ketika ditemui di rumah-nya Murtaji mengatakan “ Untuk pembangunan renovasi ruang kelas ini tidak sesuai bestek dan bisa dilihat dari kusen jendelanya hanya ditambal sulam salah satu con-tohnya, saya punya gambarnya mas,” terangnya. Jangankan Kades, komite sekolah pun tidak diberitahu tentang adanya pembangunan ini,” imbuhnya.

Rencananya Kades bersama komite sekolah akan membuat surat keberatan tentang renovasi tersebut, kusen yang hanya ditambal sulam harus dilepas dan diganti yang baru, Pemborong pun harus melaksanakannya, demi untuk kenyamanan kegiatan belajar mengajar murid.

Ditempat tepisah, Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kabupaten Kediri Djoko Pitojo menjelaskan bahwa pembangunan harus ada pengawasan dari pihak sekolah, komite, PPK dan yang terkait didalamnya biasanya perhitungannya diakhir pem-bangunan, jika ada bahan yang tidak sesuai spek pengerjaan atau bahan yang dipakai untuk renovasi tersebut maka akan mengembalikan selisih dana yang dipakai membeli bahan tersebut (bahan yang sesuai bestek) maka dana yang tersisa akan kembali ke kas daerah,” terangnya. >> Omn

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.