mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Raskin ke-13 Diturunkan Pada Bulan Ramadan

Published on Jul 22 2012 // Berita Utama

Jakarta,(MR)
PEMERINTAH memastikan jatah beras bagi masyarakat miskin (raskin) ke-13 akan digelontorkan pada Bulan Ramadan ini. Keputusan ini diharapkan dapat meringankan warga kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan beras menjelang Hari Raya Idul Fitri tiba.
“Raskin ke-13 kita putuskan turun di bulan Rama-dan. Hal ini untuk membantu orang miskin merayakan hari raya,” ujar Menteri Koordinator bidang Kese-jahteraan Rakyat Agung Laksono, di Jakarta, Jumat (20/7).
Tepatnya hari pendistribusian beras sendiri belum bisa dijelaskan pemerintah. Yang jelas, kata Menko, harus berdekatan dengan Hari Idul Fitri.
Sebagaimana diketahui, untuk mengurangi beban rumah tangga miskin, pemerintah mengeluarkan program raskin yang diperuntukan bagi 17,5 juta rumah tangga sasaran (RTS).
Setiap bulan per RTS diberi jatah beras 15 kg dengan harga yang sangat murah, yaitu Rp1.600 per kg. Harga pembelian yang dilakukan pemerintah terhadap beras itu sekitar Rp 6 ribu-Rp 10 ribu per kg.
Dengan diluncurkannya jatah raskin ke-13, pada Ramadan setiap RTS bakal mendapat jatah raskin sebanyak 30 kg. Lebih jauh, Menko Kesra mengatakan pemerintah pusat juga telah mengeluarkan surat edaran dari Menteri Dalam Negeri yang meminta agar kabupaten/kota menyubsidi ongkos distribusi raskin.
Sebagaimana diketahui, Bulog hanya mendistribusikan raskin hingga tingkat kecamatan. Distribusi dari kecamatan ke tempat sasaran diserahkan pada daerah. Umumnya, daerah membebankan ongkos transportasi kepada RTS. Hal inilah yang menyebabkan harga beras naik saat berada di tangan masyarakat.     “Pusat sudah meminta daerah agar menyediakan subsidi tranportasi untuk distribusi ke level sasaran. Hal ini penting karena jelang Lebaran biasanya harga transportasi juga naik,” jelas Agung.
Untuk menekan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok lain saat menjelang hari raya, pemerintah juga telah menghimbau agar BUMN menggelar berbagai acara bazar murah di sejumlah kantong-kantong yang rawan kelangkaan.
Pada kesempatan itu juga dipastikan, data RTS di setiap kabupaten/kota pada kali ini berbeda. Hal ini berdasarkan data baru RTS yang dikeluarkan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) pada awal Juli kemarin.
“Hal ini sesuai dengan perkembangan data dinamis setiap RTS di lapangan,” tutur Agung. Kendati ada perubahan penerimaan RTS di setiap kab/kota, jatah RTS pada tahun ini tetap 17,5 RTS. >> Eka Lesmana

Leave a comment