mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Proyek Siluman Kelilingi PU Natuna ? Aparat Hukum Jangan Tutup Mata

Published on Sep 30 2011 // Berita Utama

Natuna (MR)

Bukan rahasia lagi, jika  beberapa proyek di Kabupaten Natuna, dapat dikerjakan meski pengumuman pemenang lelang belum keluar. Sayangnya, kegiatan ini luput dari radar LSM, maupun aparat hukum.semua tutup mata. Salah satu pihak rekanan  tidak mau disebut namanya, menga-takan, anda seorang wartawn, tolong dicek, bebe-rapa proyek  sedang  dikerjakan  oleh kontraktor besar di Natuna .Setahu Saya, belum ada pengumu-man lelang proyek keluar , ungkap  Dia.

Dari hasil imformasi yang diterima  wartawan Koran ini, penelusuranpun dilakukan.Beberapa proyek pengaspalan jalan (hotmix) dengan nilai millyaran rupiah, telah dikerjakan meski belum  keluar pengumuman pemenangnya.Bahkan saat  wartawan Koran ini ada dilapangan? Tampak bebe-rapa pekerja sedang  sibuk melakukan pemasangan batu miring dan pengerasan jalan. Suara gemuruh alat berat pun memekakkan teliga.

Robet salah satu kontraktor besar di Natuna, ketika dijumpai dilokasi pekerjaan,kamis  15 september  mengakui bahwa  proyek  peningkatan jalan hotmix kantor pengadilan perikanan  Ranai serta hotmix jembatan sebayar , 1 paket dengan pagu dana  1,5 millyar adalah miliknya. Ia mengatakan proyek itu sudah keluar  pemenangnya. Namun setelah  ditanya berulang-ulang apakah benar sudah keluar pengumuman  pemenangny , sehingga Ia berani melakukan pekerjaan, Robet mengatakan lusa sudah keluar makanya dikerjakan.

Dari hasil kompirmasi dilapangan dengan Robet, dapat disimpulkan ada ketidak beresan  dalam paket lelang  pengaspalan jalan (hotmix). Bila seorang kontraktor berani  mengerjakan proyek sebelum pengumuman pemenang keluar, berarti ada indikasi permainan antara pengguna anggaran dengan pihak rekanan. Untuk itu diminta kepada aparat hukum  jangan diam saja.

Tempat terpisah, Ketua panitia Lelang Ii Kristanto ST, saat dijumpai diruang kerjanya, mengakui hingga hari ini, kamis 15 september, belum ada 1 paket pun ,proyek hotmik  yang sudah di keluarkan pengumumannya.”Kalau proyek hotmix belum keluar pengumumannya”.Sayapun tak tau kenapa  pengumuman lama dikeluarkan, katanya.

Jika  ada pihak kontraktor  berani mengerjakan proyek tampa ada SPMK, Saya juga tidak tahu, sebab  itu bukan wewenang  Saya, sebab, mekanisme  mengatur   pekerjaan  bukan wewenangnya. Kita hanya mengeluarkan pengumuman saja. Seandainya pengumuman sudah keluar, tahapan pekerjaan masih lama, karena  ada masa sanggah beberapa hari, tekenkontrak, baru SPMK ( Surat Perintah Mulai Kerja).Intinya, biar sudah keluar pengumuman belum dapat dikerjakan karena  masih banyak tahapan harus dilalui, ungkap Kristanto.

Wakil Ketua DPRD Natuna Dwitra Gunawan, saat dikomfirmasi diruang kerjanya selasa 20 september mengatakan Jika  benar ada proyek  dikerjakan sebelum ada pengumuman pemenang, ini sudah menyalahi aturan dan perlu tindakan tegas dari aparat hukum. Jika ini dibiarkan , akan menjadi citra buruk bagi kabupaten Natuna.

Dwitra meminta agar meninjau kembali proyek itu. Ia tidak mau ada udang dibalik proyek  millyaran rupiah. Pengguna anggaran diminta jangan main mata dengan pihak kontraktor. Jelas–jelas sudah melanggar Pepres dan kepres.’Saya harap diera pemerintahan sekarang, jangan ada KKN dalam bentuk apapun.Sekali lagi aparat hukum  jangan tutup mata tegas politisi muda itu.

Hasil investigasi dilapangan dari seluruh proyek  hotmik senilai 16 millyar lebih sudah dilapisi pekerjaan agregat klas A.padahal belum ada pengumuman. Bahkan  pihak rekanan lebih nekat  lagi, ternyata Peningkatan hotmix kantor mapolres Natuna 1 millyar juga sudah dikerjakan sebelum ada pengumuman. Beberapa tumpukan material sudah berada  di  polres Natuna. Hal inipun luput dari radar  aparat hukum.

Kabar  burung  didapat wartawan Koran ini, ternyata pekerjaan lapisan agregat klas A, tanpa ada supervise pengawasan dari pihak konsultan dan pihak PU Natuna.Hal ini perlu pembuktian kebenaran. Jika benar demikian , wajar saja pembangunan pengaspalan ( hotmix)  amburadul. Alasannya banyak banyak pekerjaan jalan baru beberapa bulan sudah hancur. Oleh karenanya  aparat hukum  di Natuna diminta jangan  berdiam diri saja. (Roy )

Leave a comment