mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Proyek Jaringan Irigasi Pertanian Didesa Ngumpul Dikerjakan Asal-asalan

Published on Dec 08 2015 // Berita Utama

Irigasi yang dikerjakan asal-asalan papan nama proyekJombang, (MR)
Pembangunan proyek jaringan irigasi pertanian yang terletak didesa ngumpul Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang, sumber dana APBNP-2015 dengan anggaran sebesar Rp. 60 jt, masa pengerjaan 03 Agustus 2015 sampai dengan 30 september 2015, dalam pengerjaannya proyek tersebut terlihat sekali tidak sesuai standar mutu tentang bangunan plensengan dan terkesan dikerjakan asal-asalan  dan asal jadi saja.

Dari hasil pengecekan media ini dilapangan, ditemukan material yang tidak sesuai standar peruntukannya, misalnya batu yang digunakan bukan batu belah tapi batu bulat besar-besar, permukaan plensengan pun tidak di strik jadi kelihatan kasar dan tidak rata seperti membuat pondasi rumah, ban-banan penutup atas sudah kelihatan naik turun dan sudah banyak yang retak-retak pecah dan ambrol, terlihat sekali kalau bangunan tersebut berkualitas buruk, minimnya pengawasan dari dinas terkait sehingga menyebabkan proyek tersebut dikerjakan asal-asalan.

Dan menurut ketua himpunan pemakai air (HIPA) desa ngumpul, Sunawan saat dikonfirmasi dirumahnya pada jumat 20 september 2015 silam menuturkan, “ia memang benar kelompok petani hipa didesa ngumpul dapat bantuan bangunan irigasi yang nilainya sebesar Rp.60 jt, tapi dalam hal ini saya tidak mengerti tentang bangunan plensengan akhirnya bangunan itu diambil alih oleh pak kades Zainul arifin, yang mengerjakannya saya sudah pasyrah ke pak kades baik dan buruknya bangunan tersebut,” ungkapnya.

Dan masyarakat pun berharap dengan adanya bangunan irigasi tersebut yang di kerjakan oleh kadesnya agar kualitas bangunan menjadi lebih baik bukan malah sebaliknya dikerjakan asal-asalan dan asal jadi saja dan bukan seolah-olah mencari keuntungan yang besar saja. Dengan diterbitkannya berita ini kades ngumpul Zainul arifin belum bisa ditemui untuk dikonfirmasi. Bersambung edisi berikutnya. >>Sabit

Leave a comment